BerandaNewsTWA Mangrove Angke Butuh Narasi Menarik

TWA Mangrove Angke Butuh Narasi Menarik

Published on

spot_img
spot_img

Dalam acara Art & Music Discussion dengan tema “Berkarya Bersama Alam” di Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa sepanjang tahun 2020 ada sekitar 2 juta orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19.

Oleh karenanya, pemerintah akan merancang banyak program padat karya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya adalah menjadikan TWA Mangrove Angke tidak hanya untuk konservasi lingkungan, tapi juga sebagai destinasi wisata favorit di Jakarta. Dengan begitu, lokasi yang sudah ada sejak tahun 1997 ini dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar Jakarta Utara.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Catat 10 Destinasi Paling Banyak Dikunjungi Saat Libur Lebaran 2023

Community based creative tourism seperti TWA Mangrove Angke ini bisa kita padu padankan dengan beberapa program pemerintah. Hal ini kita lakukan untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat sekarang yang sangat membutuhkan,” kata Sandiaga.

Hari Santosa Sungkari, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, mengatakan, untuk mencapai itu semua dibutuhkan promosi yang kuat bagi TWA Mangrove Angke Kapuk. Menurutnya, dibutuhkan narasi yang kuat untuk memperkenalkan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata alam. Apalagi, pasca-pandemi COVID-19 tren wisata berbasis alam akan menjadi pilihan utama bagi turis untuk berwisata.

BACA JUGA:  Setelah Work From Bali, Kini Muncul Work From Gallery

“Selama ini kelemahan kita adalah tidak menceritakan destinasi wisata. Padahal, cara itu dapat menarik banyak wisatawan ke tempat tersebut. Jadi, storytelling destinasi wisata ini perlu diperkuat,” ucap Hari.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam mengatakan, untuk mempromosikan TWA Mangrove Angke Kapuk dibutuhkan konten digital di dalamnya. Di kondisi saat ini, digitalisasi memiliki peran penting untuk menarik kedatangan wisatawan ke suatu destinasi wisata.

BACA JUGA:  Malaysia Fokus Pada Wisata Halal

“Promo yang menarik lewat konten digital itu juga produk kreatif, di mana teman-teman yang hadir di sini bisa berkreasi membuat suatu konten yang bagus untuk mempromosikan tempat seperti ini,” ujar Neil.

spot_img
spot_img
spot_img

HKTB Luncurkan Kampanye Pariwisata Global Only in Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Dalam rangka memberikan pengalaman destinasi yang unik, Hong Kong Tourism...

Accor Memperingati Hari Anak Nasional Melalui ATFAC Family Fun Walk di Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Accor memperingati Hari Anak Nasional Indonesia melalui kegiatan ATFAC Family Fun...

Promo Spesial Meeting, Wedding, dan Social Event di Atria Hotel Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com – Memasuki pertengahan tahun, Atria Hotel Gading Serpong menghadirkan Atria Midyear Exclusive...

Citadines Antasari Jakarta Luncurkan Fasilitas MICE dan Pernikahan Terbaru

Jakarta, Venuemagz.com - Citadines Antasari Jakarta resmi menghadirkan Ballroom dan Sky Dome sebagai ruang...