Wisatawan Muslim Millennial Suka Perjalanan yang Independen

Thursday, 02 November 17 Ahmad Baihaki
wisatawan muslim

CrescentRating memperkirakan bahwa lebih dari 30 persen wisatawan muslim pada tahun 2016 merupakan kaum millennial, dan 30 persen lainnya merupakan Generasi Z, yakni kelompok demografis setelah kaum millennial. Dari 121 juta wisatawan muslim internasional pada 2016, sekitar 72 juta di antaranya merupakan wisatawan Muslim generasi millennial dan Generasi Z.

Berdasarkan penelitian tersebut, Arab Saudi, Malaysia, dan Turki merupakan pasar perjalanan outbound terbesar bagi muslim millennial yang tergabung dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC). Sementara itu, Jerman, Rusia, dan India berada di posisi tiga teratas untuk pasar perjalanan outbound bagi muslim millennial di negara-negara non-OIC.

Dari survei yang dilakukan terhadap wisatawan muslim millennial, 93 persen menyatakan mereka melakukan perjalanan untuk liburan, lalu 63 persen menyatakan berwisata untuk menikmati budaya dan warisan lokal, serta 43 persen menyatakan bepergian untuk mengunjungi teman dan kerabat.

Mayoritas wisatawan muslim millennial gemar berwisata, di mana mereka melakukan perjalanan sebanyak dua hingga lima kali per tahun (46 persen) dan rata-rata empat hingga enam hari per perjalanan (41 persen).

Muslim millennial adalah wisatawan yang sangat memerhatikan biaya saat berwisata, di mana mayoritas mengeluarkan uang rata-rata US$101 atau Rp1.365.626 (US$1=Rp13.533) hingga US$500 atau Rp6.766.383 untuk komponen pengeluaran di setiap perjalanan, seperti penerbangan, akomodasi, makanan, belanja, dan biaya tak terduga lainnya.

Responden yang disurvei dalam penelitian ini menunjukkan preferensi untuk perjalanan yang bebas dan independen (72 persen) karena mereka menghargai fleksibilitas dan kontrol selama melakukan perjalanan. Kaum muslim millennial paham akan teknologi, percaya diri, dan nyaman dalam merencanakan perjalanan mereka sendiri melalui platform online. Hanya lima persen dari mereka yang memilih menggunakan paket tur untuk perjalanan mereka.

Mayoritas dari muslim millennial mengatakan bahwa mereka menghabiskan antara satu hingga enam bulan untuk merencanakan sebuah perjalanan (61 persen), lalu melakukan riset mendalam dan meninjau berbagai sumber—baik secara tradisional maupun online—sebelum bepergian.

Biaya penerbangan dan akomodasi; keamanan dan kekhawatiran terhadap terorisme; serta ketersediaan makanan halal merupakan tiga faktor utama bagi para muslim millennial dalam merencanakan perjalanan mereka. Adapun 10 destinasi yang paling banyak dikunjungi oleh muslim millennial adalah Malaysia, Indonesia, Jepang, Thailand, Australia, Singapura, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan India.