BerandaProfileAkademika: Vokasi Pariwisata Universitas Indonesia

Akademika: Vokasi Pariwisata Universitas Indonesia

Published on

spot_img
spot_img

Demi menghasilkan lulusan yang terbaik, Vokasi Pariwisata UI tidak main-main dalam meluluskan mahasiswanya.

Program Vokasi atau D3 Pariwisata di Universitas Indonesia (UI) hadir pertama kali tahun 1997.  Vokasi Pariwisata UI awalnya dikelola oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Namun, pada tahun 2008, semua jurusan jenjang D3 dijadikan satu menjadi program Vokasi UI.

Ketika menjabat sebagai Ketua Program D3 Pariwisata FISIP UI pada tahun 2002, Jajang Gunawijaya membuat kurikulum baru dengan membagi tiga konsentrasi atau pilihan peminatan bagi mahasiswa program studi (prodi) D3 Pariwisata, yakni Peminatan Usaha Jasa Perjalanan Wisata (Tour and Travel), Peminatan Perhotelan, dan Peminatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Di tahun 2016, masalah muncul setelah ada kebijakan terkait pelarangan MICE di program D3. Karenanya, MICE sudah tidak dijadikan konsentrasi lagi, melainkan hanya sebagai kumpulan mata kuliah wajib untuk mahasiswa Prodi Pariwisata.

Berdasarkan kebijakan tersebut, untuk menjadikan MICE sebuah konsentrasi atau peminatan harus ditempuh dengan pendidikan minimal D4. Oleh sebab itu, di tahun 2020 ini Vokasi UI akan membuka D4 Program Studi Pariwisata yang di dalamnya terdapat konsentrasi/peminatan Usaha Perjalanan Wisata dan MICE.

BACA JUGA:  James Ridenour: Kuncinya adalah Passion

“Rencana ini sudah dibuka tahun 2019, tetapi penerimaan mahasiswa barunya di tahun 2020. Prioritas utama kami adalah mahasiswa D3 di UI yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya dan juga dibuka untuk umum,” ujar Jajang yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Studi Sosial dan Humaniora Program Pendidikan Vokasi UI.

Menjadi Incaran di Industri MICE

Setiap tahunnya, Vokasi Pariwisata UI mampu meluluskan kurang lebih 90 mahasiswa. Para mahasiswa yang ingin lulus harus mengikuti sistem kuliah 3-2-1 yang sudah diterapkan oleh Vokasi UI, yakni 3 semester belajar teori di kampus, 2 semester belajar langsung di industri, dan 1 semester melakukan magang.

“Di saat kampus lain belum berani menerapkan ini, kita sudah mampu melakukan sistem 3-2-1 ini. Semuanya harus terpenuhi dan tidak bisa main-main kalau memang mau lulus dari sini,” kata Jajang.

Menurutnya, sistem kuliah ini mampu mendorong mahasiswa untuk menyerap ilmu langsung di lapangan dibanding hanya dengan teori. Oleh karenanya, Jajang yakin kualitas mahasiswa di Vokasi UI jauh lebih baik daripada mahasiswa di perguruan tinggi swasta.

BACA JUGA:  Doddy Yogaswara, Executive Chef Novotel Bandung: Dedikasi dan Kreativitas dalam Dunia Kuliner

“Sudah dipastikan mahasiswa kita itu terlatih dan sangat dibutuhkan di industri. Bahkan, dari magang pun sudah menjadi prioritas di industri MICE. Tawaran kerja di luar kota dengan gaji tinggi juga sudah banyak untuk lulusan mahasiswa kami,” ujar Jajang.

Kualitas mahasiswa Vokasi Pariwisata UI juga didapat atas bimbingan para pengajar di sana. Total ada kurang-lebih 45 dosen yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi.

“Dosen untuk MICE ya langsung dari industri MICE, lalu yang berhubungan dengan penerbangan juga langsung dari industri tersebut,” ujar Jajang.

Vokasi Pariwisata UI dilengkapi dengan fasilitas mumpuni, antara lain empat laboratorium yang terdiri dari laboratorium khusus convention, pameran, travel, dan hotel.

“Laboratorium khusus hotel juga masih banyak sub bagiannya, seperti kitchen, restoran, dan lainnya,” ujar Jajang.

Peran Alumni yang Kuat

BACA JUGA:  Iqbal Alan Abdullah: "Ada Menteri atau Tidak, MICE Tetap Tumbuh"

Selain memiliki sistem perkuliahan yang baik, Vokasi Pariwisata UI juga memiliki para alumni yang solid. Mereka tidak hanya mengayomi junior di kampusnya, tetapi juga sebagai salah satu sumber informasi untuk kebutuhan magang dan pekerjaan. Bahkan, mereka membuat asosiasi khusus alumni yang dinamakan Asosiasi Mahasiswa Alumni MICE UI. Tidak hanya sekadar kumpul alumni, asosiasi ini juga membuat acara yang dikhususkan untuk para mahasiswa Vokasi Pariwisata UI.

“Biasanya mereka memanggil orang-orang di industri untuk menjadi pembicara di acara tersebut. Tidak sedikit juga yang menjadi pembicara itu adalah alumni yang sudah menjadi orang sukses di industri. Mereka semua datang untuk memberikan inspirasi kepada mahasiswa yang baru lulus atau yang masih kuliah,” jelas Jajang.

Menurut Jajang, kehadiran para alumni sangat membantu pihak kampus karena dapat memberikan banyak ilmu kepada adik tingkatnya.

“Alumni yang ada begitu solid, dan kebanyakan di antara mereka adalah juru kunci di industri MICE. Makanya, industri ini sangat percaya dengan mahasiswa Vokasi Pariwisata UI,” ujar Jajang.

spot_img
spot_img
spot_img

Akkulla Seminyak Akan Dibuka Oktober 2026, Tawarkan Diskon Pembukaan 30%

Elite Havens, perusahaan manajemen dan pemasaran vila mewah di Asia, mengumumkan bahwa Akkulla, kompleks...

THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Gelar Fashion Show Inklusif

JAKARTA, Venuemagz.com – Sepuluh anak melangkah satu per satu di area lobi hotel. Mereka...

Generasi Terbaru Printer EcoTank: Cetak Lebih Cepat, Biaya Lebih Hemat

Jakarta, Venuemagz.com – Kebutuhan mencetak dokumen tidak pernah benar-benar hilang, baik untuk menyelesaikan pekerjaan...

Ocean Mantra Village Hadir di Indonesia, Tawarkan Pengalaman Retret yang Sesungguhnya

Jakarta, Venuemagz.com -- Ocean Mantra Village resmi dibuka di Indonesia sebagai destinasi retret yang...