Provaliant Group, Spesialis Karakter Internasional

Thursday, 04 February 21 Bonita Ningsih

Untuk memuaskan hasrat para pencinta karakter kartun di Indonesia, Provaliant Group secara khusus dan legal mendatangkan para karakter tersebut ke Indonesia.

Perusahaan hiburan khusus kartun semacam Walt Disney, Warner Bros, dan Cartoon Network memiliki pangsa pasar yang jelas: anak-anak dan remaja. Bermula dari tontonan di televisi yang diputar terus-menerus, bisnis ini mulai merambah ke offline dengan menjual merchandise dan pertunjukan drama musik.

Begitu pula dengan di Indonesia, segala jenis karakter internasional itu sangat digandrungi. Di balik berbagai pertunjukan karakter internasional dan merchandise-nya tersebut di Indonesia, ada nama Provaliant yang bekerja keras mendatangkan karakter-karakter internasional tersebut.

Menurut Chandra Sugiono, CEO Provaliant Group, tidak semua orang bisa ke Disneyland di luar negeri untuk menonton pertunjukan karakter, karenanya ia berusaha untuk mendatangkan karakter-karakter tersebut ke Indonesia. Apalagi, Chandra melihat saat ini masih sedikit pemain yang bergerak di bidang tersebut sehingga memungkinkan Provaliant dapat cepat berkembang di Indonesia.

“Kita memang bukan pionir di bidang ini, tetapi memang saat ini pemainnya masih sangat sedikit, bisa dihitung dengan satu jari tangan,” ujar Chandra.

BACA JUGA:   Farriek Tawfik: "Cruise Mahal itu Image Kuno"

Hingga kini, Provaliant sudah mengantongi banyak lisensi dari berbagai jenis karakter internasional, di antaranya adalah karakter-karakter di Disney, Warner Bros, Nickelodeon, Doraemon, Cartoon Network, dan Spongebob. Dengan adanya lisensi tersebut, Provaliant memiliki hak legal untuk menampilkan karakter-karakter tersebut di Indonesia.

Basically, most major character dari luar negeri kita yang pegang lisensinya,” kata Chandra.

Deni S. Taryadi, Senior Event Manager Provaliant Group, menambahkan, Provaliant menjadi yang terbesar di industri ini. Keyakinan tersebut didasari atas kepemilikan lisensi terbanyak oleh Provaliant Group yang tidak dipunyai oleh perusahaan sejenis lainnya.

“Ini yang membedakan kita dengan yang lain, kita meng-handle banyak karakter, tetapi yang lain hanya fokus di satu karakter saja. Jadi, mereka tidak multi-karakter seperti Provaliant,” kata Deni.

Berawal dari barang promosi

Chandra menambahkan, awal didirikan pada 9 September 2019, Provaliant hanya fokus untuk menyuplai barang-barang promosi berupa karakter internasional yang diminta para klien. Sekitar tahun 2010, Provaliant mulai dilirik manajemen pusat perbelanjaan untuk mengurus berbagai acara di pusat perbelanjaan yang ingin menampilkan tokoh karakter internasional, mulai dari konsep acara, mengurus lisensi untuk mendatangkan karakter internasional, hingga pelaksanaan di hari-H.

BACA JUGA:   Pipin Wahyudi: Efisiensi Menjadi Kunci untuk Bersaing

“Kami ini bukan sekadar EO, tetapi sebuah creative company. Kami lakukan semuanya dari nol, mulai dari konsep, pengerjaan karakter, hingga acara selesai, semua kami yang melakukannya,” ungkap Chandra.

Dalam satu tahun, Provaliant dapat menyelesaikan 40 hingga 50 event yang mayoritas digelar di pusat perbelanjaan. Proyek Provaliant akan meningkat saat periode-periode tertentu, yakni saat liburan sekolah, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Natal, Tahun Baru Imlek, hingga Halloween.

“Korporat juga ada yang pernah meminta bantuan kami, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Makanya, kita spesialisasi untuk acara di mal. Biasanya, korporat meminta kita untuk meng-handle acara internal mereka, seperti meeting atau gathering yang memerlukan karakter di dalamnya,” kata Chandra.

Setiap mengadakan acara di pusat perbelanjaan, Chandra memerlukan waktu kurang lebih 2 minggu hingga 3 bulan untuk mengerjakannya. “Dalam pengerjaan, tidak ada patokan waktunya, semuanya tergantung dari size. Kalau memang besar, pengerjaannya akan lebih lama,” ucap Chandra.

BACA JUGA:   Yori Antar: "Menghidupkan Kota Mati"

Bersama 50 karyawannya, Chandra selalu memotivasi seluruh timnya untuk selalu kreatif dan menciptakan ide-ide menarik agar dapat menghasilkan sebuah acara yang diminati masyarakat Indonesia.

“Saya selalu bilang ke anak-anak kalau kita jangan menjadi tukang jahit. Kita harus menjadi desainer karena desainer itu memiliki nilai tambah yang lebih besar. Tukang jahit bisa kita temukan di mana saja, tetapi idenya pasti dari desainer,” ujar Chandra.

Dengan begitu, Chandra berharap ke depannya Provaliant dapat menjadi pemain regional di industri karakter internasional yang berlisensi. Ia berharap dapat menjadi penyuplai barang-barang berkarakter ke negara-negara lain, khususnya Asia Tenggara.

“Kita cari partner di sana dan kemudian kita yang desain karakternya, dan step pertama ini sudah kita mulai di tahun ini. Sudah mendapatkan partnernya juga di daerah sana, tinggal eksekusinya saja,” ungkapnya.