Alia Kurniati, Director of Sales Grand Whiz Poins Square Jakarta: “Jangan Patah Semangat”

Tuesday, 09 April 19 Herry Drajat
Grand Whiz Poins Square Jakarta

Latar belakang pendidikan yang sangat berbeda dengan dunia yang digeluti sekarang tak menghalangi Alia Kurniati sukses berkarier di bidang hospitality. Memasuki dunia kerja pada tahun 2000, lulusan Sastra Jepang, Universitas Padjajaran ini memulai karier menjadi kasir pada restoran di sebuah hotel, kemudian pindah ke bagian front office hingga ke bagian sales.

Sempat meninggalkan bidang hospitality pada tahun 2008, Alia mencoba bekerja di bidang perbankan dan konstruksi. Namun, ternyata dunia hospitality tetap tak bisa ia tinggalkan. Pada tahun 2012 perempuan kelahiran Cirebon ini memutuskan kembali bekerja di bidang hospitality.

Setelah empat tahun meninggalkan dunia hospitality, saat memulai lagi ternyata merasakan situasi yang  berbeda. “Awalnya kaget melihat pertumbuhannya yang cukup signifikan. Memang demand-nya beda dengan empat tahun sebelumnya dan beberapa core business kompetisinya sangat ketat,” ujar Alia.

Meraih posisi Director of Sales (DOS) pada tahun 2014 saat bekerja di hotel Neo Cirebon, Jawa Barat, sempat berpindah ke hotel Aston Marina Ancol, Blue Sky Pandorata Raden Saleh, hingga akhirnya pada awal tahun 2018 berlabuh sebagai Director of Sales di Hotel Grand Whiz Poins Square, Lebak Bulus, Jakarta.

Hotel bintang empat yang menyatu dengan pusat perbelanjaan dan apartemen tentunya mempunyai karakteristik tersendiri, apalagi terletak di Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, yang saat ini banyak ditempati perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan, migas, serta pemerintahan ditambah dekat dengan daerah Pondok Indah di mana banyak terdapat bridal dan wedding organizer (WO) tentunya terdapat peluang serta tantangan tersendiri dalam mengelola tim sales.

“Berbeda dengan budget hotel, four star pasti challenge-nya berbeda, karena produknya berbeda dan timnya juga beda, terutama dalam hal kinerja,” ujar Alia.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Alia mempunyai tips yang didapat dari pengalaman. “Jangan gampang menyerah, gali ilmu baru. Karena dengan tempat baru, rekanan kerja baru, klien yang kita hadapi juga baru, setidaknya kita akan berkembang, kreativitas akan timbul dan yang paling penting jangan patah semangat,” ujar Alia.

Menurutnya, selain dari angka penjualan, salah satu indikator kesuksesan sebuah tim sales adalah penambahan jumlah klien potensial.

“Kalau di sales marketing ada indikatornya berupa angka, lebih secara harfiah. Kalau secara prestasi kami punya beberapa potential client yang sebelumnya sangat susah untuk dijangkau, tapi dengan pendekatan dan penerapan beberapa strategi tertentu yang kami jalankan, akhirnya mereka jadi rekan bisnis kita dan jumlah mereka cukup banyak,” ungkap Alia.  

Sementara untuk meningkatkan kinerja tim agar dapat mencapai target yang ditetapkan pemilik, kuncinya menurut Alia adalah pada pendekatan pada anggota tim. Untuk melakukan pendekatan dengan tujuan meningkatkan produktivitas agar target tercapai, pimpinan harus bisa memberi contoh serta siap memberikan dukungan pada anak buahnya.

“Pimpinan selain membuat strategi juga harus sering terjun ke lapangan, harus tahu kondisi lapangan. Kalau mereka kesulitan, harus siap untuk memberikan dukungan serta solusi setiap saat. Nantinya mereka akan termotivasi dengan sendirinya untuk maju sendiri. Untuk coaching dan support harus tetap ada,” tambah Alia.

Menghadapi persaingan, serta meningkatkan penjualan agar okupansi rata-rata yang telah dicapai saat ini sebesar 85-87 persen meningkat, menurut Alia kiatnya adalah dengan mengutamakan pelayanan. Untuk itu, diperlukan sinergi dari semua bagian yang ada.

“Untuk itu staf banquet harus cekatan serta helpful dan bisa bersinergi dengan semua bagian. Sebab kalau tidak, akan berakibat fatal, yaitu tidak bisa mengakomodir semua kebutuhan klien dan tidak dapat  memuaskan klien nantinya,” tutup Alia.

Hotel Grand Whiz Poins Square, Lebak Bulus, Jakarta mempunyai desain arsitektur modern minimalis. Hotel ini mempunyai 159 kamar yang terbagi menjadi empat tipe, yaitu Standard, Superior, Deluxe, dan Premiere. Hotel yang beralamat di Jalan RA Kartini No. 1, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, ini juga dilengkapi dengan beragam fasilitas, di antaranya restoran 24 jam, kolam renang outdoor, pusat kebugaran, spa, dan fitness centre.  

Berlokasi strategis di samping jalan tol JORR serta dekat stasiun MRT menjadikan hotel ini cocok untuk keperluan bisnis maupun leisure. Untuk kegiatan korporasi, tersedia lima ruang meeting berkapasitas 20 hingga 200 orang, yang dua di antaranya dapat digabung menjadi semi-ballroom. Selain itu, juga terdapat area outdoor yang bisa digunakan untuk social event maupun gathering.