Meeting Serasa Keluarga Kerajaan di Bebek Timbungan

Monday, 26 November 18 Nila Sofianty
Bebek Timbungan

Bali pernah dihuni oleh sedikitnya 11 kerajaan—yang keragaman seni dan budaya serta kulinernya masih ada hingga kini. Ada banyak upaya untuk melestarikan keragaman seni-budaya dan adat istiadat yang ratusan tahun lalu sudah dijaga oleh nenek moyang agar generasi mendatang masih bisa menikmatinya.

Salah satunya dilakukan oleh Balinese Heritage Cuisine yang mengelola restoran Bebek Timbungan. Berangkat dari sebuah keinginan untuk terus melestarikan filosofi keanekaragaman makanan khas Bali, restoran Bebek Timbungan memperkenalkan menu Bebek Timbungan sebagai menu andalannya yang dihidangkan dengan mempertahankan komposisi dan cara pengolahan sesuai dengan resep warisan leluhur.

Bebek Timbungan merupakan menu yang dulunya hanya bisa dinikmati keluarga kerajaan saat ada upacara keagamaan khusus. Timbungan sendiri berasal dari kata embung atau bumbung yang berarti ‘bambu’.

“Kami ingin turut melestarikan kuliner khas Bali yang saat ini sudah hampir punah, yaitu Bebek Timbungan. Tak hanya menikmatinya, para tamu juga bisa menikmati sensasi pengalaman pembuatan dan penyajiannya,” ujar Wieok Susanto, Direktur PT Natura Pesona Mandiri (NPM) yang menaungi Bebek Timbungan.

Ana Dewi, Wakil Presiden PT Natura Pesona Mandiri (NPM), mengatakan, restoran yang berkapasitas 215 orang ini juga mengakomodir semua segmen pasar, termasuk segmen turis MICE. Itulah mengapa di restorannya juga menyediakan ruang meeting dan beberapa function room. “Kami ingin merangkul semua kalangan dan semua segmen, termasuk turis MICE dan tamu lokal yang ingin meeting atau gathering di sini,” ujar Ana Dewi.

Dicky, Senior Operational Manager Bebek Timbungan, mengatakan, resto Bebek Timbungan memang dikonsep untuk mengakomodir semua kebutuhan, termasuk menyediakan ruang meeting privat berkapasitas 40 orang dengan dilengkapi fasilitas meeting, seperti sound system dan lainnya.

Resto ini memiliki sedikitnya 42 menu unggulan, Ayam Betutu, Sate Bawah Pohon Jambu, Saru Segara Sup Kuning, Kepiting Saus Kemangj, Nasi Panggang Daun Lotus, Ikan Tambudab Bali Lawas Genit, Sapi Panggang Sambal Matah, dan Pisang Goreng Panas Dingin.