Film Bali: Beats of Paradise Promosikan Pariwisata Indonesia

Sunday, 21 July 19 Bayu Hari

Film garapan Livi Zheng bertajuk Bali: Beats Of Paradise yang mengangkat kisah tentang kehidupan seorang seniman gamelan dengan berlatar belakang keindahan alam Pulau Dewata, menjadi media promosi pariwisata yang baik untuk Indonesia.

“Film merupakan media komunikasi yang halus. Dari perspektif pariwisata, film merupakan alat komunikasi untuk mempromosikan keindahan destinasi wisata kepada dunia. Seperti kita tahu, keindahan alam dan keberagaman budaya merupakan salah satu daya tarik pariwisata Indonesia,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya.

Dalam kesempatan itu, Nia mengucapkan terima kasih kepada Livi dan seluruh pelaku industri kreatif yang telah ikut serta mempromosikan pariwisata Indonesia serta memperkuat posisi Bali dalam top of mind calon wisman yang datang ke Tanah Air.  

“Bali yang sudah banyak dikenal orang akan lebih banyak lagi dikenal. Inilah promosi yang kita lakukan. Dengan memperkenalkan Bali, misi kita juga memperkenalkan daerah lain di sekitarnya. Upaya promosi inilah yang dijalankan oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu strategi meningkatkan jumlah angka kunjungan wisman,” kata Livi.

Film Bali: Beats of Paradise akan tayang di Indonesia pada 22 Agustus 2019. Sebelumnya, film ini telah sukses dipasarkan di Amerika dan Korea.

Penayangannya di Indonesia juga diharapkan dapat mengikuti kesuksesan film tersebut di Amerika dan Korsel, film ini semoga dapat diterima di negeri sendiri. Salah satu bentuk respon positif dari film ini adalah jumlah penonton yang menyaksikan cuplikan film di youtube yang mencapai 1,1 juta.

“Kami yakin film ini akan sukses. Hal yang sama pun ketika kami memutuskan akan menayangkan film tersebut di Korea Selatan,” lanjutnya lagi.

Sementara itu, Nyoman Wenten yang memerankan tokoh utama di film Bali: Beats Of Paradise mengatakan bahwa dirinya bangga bisa memerankan tokoh yang memiliki latar belakang yang dekat dengan seni, sama seperti dirinya. Terlebih, dia berkesempatan memperlihatkan keindahan Pulau Bali berpadu dengan salah satu kebudayaan dalam sebuah film layar lebar.

“Saya terharu dan bangga menyaksikan berbagai kesenian tradisional khas Indonesia. Bukan saja kesenian khas Bali tapi kesenian dari seluruh Indonesia,” lanjut Nyoman.

Nyoman menambahkan, dirinya berharap agar keunikan daerah lain juga dapat diangkat melalui film. “Masih banyak keunikan lain yang akan menarik jika diabadikan melalui karya film. Tentunya hal ini bisa menjadi nilai tambah dan keunikan pariwisata Indonesia,” sambung Nyoman.