BerandaTourism in BriefSarana dan Prasarana Pariwisata Danau Toba Dibangun Sesuai Rencana

Sarana dan Prasarana Pariwisata Danau Toba Dibangun Sesuai Rencana

Published on

spot_img

Menteri Pariwisata Arief Yahya memastikan pembangunan fasilitas pendukung pariwisata kawasan sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, dari unsur atraksi, aksesibilitas, dan amenitas berjalan sesuai yang direncanakan.

Untuk itu Arief meninjau pembangunan hotel bintang 4 Labresa dengan kapasitas 120 kamar berdiri di atas lahan seluas 6 hektare dengan pemandangan langsung ke arah Danau Toba.

Total investasi Hotel Labresa mencapai Rp530 miliar dan saat ini progress pembangunannya mencapai 58 persen, direncanakan pembangunan akan selesai pada akhir November 2019.

“Saya menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi, untuk melakukan percepatan di destinasi super prioritas, dan salah satunya Danau Toba. Saya harus pastikan semuanya running on the track,” kata Arief.

BACA JUGA:  Cantiknya Desa Bakara, Tanah Kelahiran Raja Sisingamangaraja

Arief juga menyempatkan diri untuk meninjau dan meresmikan toko oleh-oleh sekaligus rest area di Balige yaitu Batikta. 

“Saya Berharap Batikta bisa menjadi wadah awal bagi tumbuh kembangnya ekonomi kreatif di Balige maupun Danau Toba, merangkul, serta menampung hasil pengrajin Batak lainnya,” katanya

Sebelumnya, ia juga mengunjungi homestay yang ada di Desa Sigapiton Kabupaten Toba Samosir yang sedang dibina menjadi Desa wisata. 

Kepada masyarakat Sigapiton, Arief berjanji untuk menjadikan kampung ini sebagai Desa Wisata. Karena itu, dia meminta kepada BOPDT untuk menjadi “bapak asuh” untuk melatih hospitality, mengurus homestay, menjaga kebersihan dan menata lingkungan, serta membuat dan menyajikan kuliner berstandar pariwisata.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Perbanyak Event di Danau Toba Untuk Capai Target Wisatawan 2023

“Saya menugaskan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, untuk melakukan bimbingan teknis langsung ke masyarakat yang materinya 70 praktik dan 30 persen teori, bagaimana menata interior yang bagus, baik homestay maupun restoran,” katanya.

Kedua, ibu-ibu diarahkan untuk diajari tata boga, kuliner, hingga menata makanan agar menarik. Ketiga, manajemen kamar, homestay, agar ditata dengan rapi dan satu manajemen.

Arief juga meminta agar segera menunjuk satu anak muda, yang paham digital, untuk bisa menggunakan teknologi bagi reservasi maupun pembayaran. Tenaga muda kreatif itu juga diperlukan untuk mengoperasikan sistem pemesanan kamar dan cara pembayaran yang memudahkan traveler untuk memesan sampai membayarnya secara digital.

BACA JUGA:  UKM Pariwisata Go Digital

“Itu agar nanti anak muda itu menjadi semacam Resort Manager. Dan bapak ibu harus patuh pada manajemen,” katanya.

Tenaga muda kreatif itu bisa saja lulusan Poltekpar Medan, atau dari mana saja, yang memahami hospitality dan sifatnya membantu. Ia dipekerjakan oleh BOPDT, hanya untuk mengurus manajemen amenitas di kawasan Danau Toba.

“Khusus untuk pelatihan penataan kamar, kuliner dan penyajiannya, nanti Hotel Inna Parapat diharapkan untuk membantu menularkan ilmunya,” katanya.

ALLPack Indonesia 2026 Bidik 50.000 Pengunjung, Industri Kemasan Kian Bergantung pada Teknologi

Jakarta, Venuemagz.com – Makanan siap santap, minuman dalam kemasan, hingga produk pangan untuk kondisi...

IN2MOTIONFEST dan JMFW 2026 di JICC, Panggung Fashion Muslim Peluang Bisnis Jenama Lokal

Jakarta, VenueMagz.com – Industri modest fashion Indonesia mendapat panggung yang lebih besar melalui penyelenggaraan...

Dampak Ekonomi F1 Powerboat 2024 Ditargetkan Naik 20-25 Persen

Ajang balapan jet air F1 Powerboat akan kembali digelar di Danau Toba, tepatnya pada...

Kemenparekraf Perbanyak Event di Danau Toba Untuk Capai Target Wisatawan 2023

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menetapkan sejumlah target untuk kunjungan wisatawan mancanegara...

Danau Toba Menjadi Tuan Rumah Formula One Power Boat

Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang balap Formula One Power Boat atau yang dikenal...