BerandaTourism in BriefIndonesia dan UEA Kerja sama Kembangkan Pariwisata

Indonesia dan UEA Kerja sama Kembangkan Pariwisata

Published on

spot_img

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sepakat menjalin kerja sama untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Kerja sama tersebut disepakati saat Putra Mahkota UEA Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan itu salah satunya secara khusus membahas kerja sama antara kedua negara terkait pengembangan pariwisata.

Nota kesepahaman itu ditandatangani Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya dan Menteri Perekonomian UEA Sultan Al Mansoori dan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo serta Putra Mahkota UEA Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Bogor, Rabu (24/7/2019).

BACA JUGA:  Pulau Rupat Cocok Jadi KEK Pariwisata

“Ini merupakan hal yang menggembirakan. Kerja sama ini sangat strategis untuk pengembangan pariwisata Indonesia. Apalagi Inisiatif MoU diusulkan oleh UEA, yang membuktikan sektor pariwisata Indonesia sangat menjanjikan,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Lingkup kerja sama MoU ini kemudian menjadi pendorong pengembangan pariwisata di Indonesia. Terutama dalam hal pemasaran, pengembangan destinasi, pengembangan SDM, penelitian dan pengembangan pariwisata, serta pengembangan kerja sama dengan swasta di bidang pariwisata.

BACA JUGA:  Pengembangan Danau Toba Harus Terintegrasi

Hingga saat ini pariwisata menjadi salah satu sektor di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan investasi tercepat. Ladang investasinya pun sangat luas dengan angka investasi mencapai Rp500 triliun.

Indonesi juga sedang mengembangkan 10 Destinasi Prioritas yang sangat potensial pertumbuhannya yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Selain itu juga ada 5 Destinasi Unggulan yang juga siap dikembangkan antara lain Tanjung Gunung Bangka, Sungai Liat Bangka, Sukabumi, Pangandaran, serta Likupang di Minahasa Utara.

BACA JUGA:  Presiden Minta Infrastruktur di Destinasi Super Prioritas Rampung 2020

“Pada 2019 kami targetkan investasi pariwisata mencapai Rp500 triliun sehingga dapat memberikan efek yang semakin baik bagi ekonomi Indonesia,” ujar Menpar Arief.

Kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi ini sekaligus membalas kunjungan kenegaraan yang pernah dilakukan Presiden Jokowi sebelumnya. Pada September 2015, Presiden Jokowi sempat berkunjung ke Abu Dhabi setelah sebelumnya melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi. Di Abu Dhabi, Jokowi juga disambut oleh Sheikh Mohammed dan menghadiri sejumlah agenda termasuk perencanaan investasi.

Perdana, Event Fashion SEDASA Hadir di Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Untuk pertama kalinya, event fashion SEDASA hadir di Jakarta. SEDASA lahir...

Rayakan HUT Jakarta dengan Promo Plesiran di Jakarta Bersama Properti Ascott 

Jakarta, Venuemagz.com - The Ascott Limited (Ascott), perusahaan perhotelan internasional dan unit bisnis akomodasi...

Hammersonic 2026: 10 Tahun Paling Brutal, Line Up Global Menggila

Jakarta, Venuemagz.com - Hammersonic tidak sedang merayakan ulang tahun, mereka sedang menegaskan dominasi. Masuk...

Dyandra Media International Catatkan Pertumbuhan Positif pada Kuartal I 2026

Jakarta, Venuemagz.com – PT Dyandra Media International Tbk. (Dyandra) mengumumkan kinerja keuangannya pada 29...

Resmikan IIMS 2024, Presiden Jokowi Sebut Kendaraan Listrik Menjadi Masa Depan Industri Otomotif Indonesia

Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) telah resmi dibuka pada 15 Februari 2024...

Pengembangan Danau Toba Harus Terintegrasi

Menindaklanjuti hasil rapat terbatas pada 15 Juli 2019 terkait pengembangan wisata di Danau Toba....

Presiden: Ganti Investor yang Tak Berkomitmen Kembangkan Danau Toba

Presiden Joko Widodo meminta pembangunan infrastruktur di Danau Toba segera direalisasikan. Ia bahkan menegaskan...