BerandaTourism in BriefSTP Bandung Ikut Serta Pantau Kualitas Katering Jemaah Haji

STP Bandung Ikut Serta Pantau Kualitas Katering Jemaah Haji

Published on

spot_img
spot_img

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung ikut berpartisipasi mengawasi dan mengontrol kualitas katering jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata itu, mendelegasikan enam personelnya sebagai pengawas selama musim haji tahun 2019.

Bagi STP Bandung ini menjadi tantangan tersendiri untuk mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui penyelenggaraan ibadah haji yang sukses.

“SDM pariwisata yang lulus dari STP Bandung semakin bisa memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa ini sesuai dengan kompetensi yang didapatnya. STP juga semakin dipercaya karena memiliki tenaga pengajar yang kompeten dan menghasilkan mahasiswa kompeten juga di bidangnya,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti di Jakarta.

BACA JUGA:  Turisme Banyuwangi di Jalur Tepat

Salah satu pengawas asal STP Bandung yang bertugas di Mekkah, Ayu Nurwitasari, mengatakan pihaknya telah menerjunkan petugas pengawas katering haji sebagai bagian dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sejak 2014 setelah digandeng secara resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Pengawas katering bertugas mengawasi 36 perusahaan katering yang memproduksi makanan untuk jemaah, pengawas juga bertugas melakukan kontrol kualitas produk,” kata Ayu yang juga Ketua Program Studi Manajemen Tata Boga STP Bandung itu .

BACA JUGA:  Lomba Foto ‘Pesona Mudik 2019’ Berhadiah Rp300 Juta

“Kualitasnya melebihi ekspektasi dan luar biasa, grade materialnya semuanya first class, dari mulai ketersediaan bahan hingga pengiriman paket kualitasnya sangat layak klasifikasinya,” katanya.

Contohnya di Jawharat Asia Kitchen sebagai salah satu katering penyedia makanan jemaah dinilai Ayu memiliki dapur yang sangat baik.

“Konsumsi makanan yang disediakan untuk jemaah sudah sangat layak dan mendukung asupan atau pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan jemaah,” katanya.

BACA JUGA:  Indonesia Miskin Data MICE

Selain itu dari sisi rasa, nilai gizi, kemasan, dan pengiriman yang direncanakan dua kali dalam sehari sudah sangat sesuai dengan kebutuhan jamaah.

“Kontrol benar-benar dilakukan, jemaah tidak perlu khawatir dengan kualitas makanan yang diberikan. Semuanya tidak sembarangan,” kata Ayu.

spot_img
spot_img

Tetap Bugar Saat Menginap di Archipelago Hotels

Wellness tourism kini menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan paling pesat dalam industri pariwisata...

Jelajahi Keindahan Bawah Laut Lewat Tropical Paradise Takeover Buttonscarves di PIK 2 

Tangerang, Venuemagz.com - Tren berbasis fashion tourism kini semakin menggeliat di tanah air. Fenomena...

Puncak SCIS Asia Pacific 2026: ISCEA Indonesia Perkuat Kolaborasi Rantai Pasok Global 

Jakarta, Venuemagz.com - ISCEA Indonesia secara resmi menutup rangkaian acara Supply Chain Innovation Summit...

STP Bandung Hadirkan NHI Tourism Forum Berskala Internasional

Untuk kedua kalinya, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung menggelar acara NHI Tourism Forum...

STP Bandung: Tujuh Windu Mencetak SDM Andal

Sumber daya manusia merupakan kunci pembuka kemajuan industri pariwisata. STP Bandung yang setiap tahunnya...