Sementara Pidari didesain khusus untuk kaum milenial yang ingin bersantai dan berkumpul bersama teman-temannya. Dengan konsep coffee lounge, Pidari juga memiliki Langit Nusantara Rooftop yang dapat menampung hingga 50 orang.
“Konsepnya itu casual hangout in the city forest. Rencananya rooftop ini akan dijadikan sebagai tempat party after wedding yang digelar di sini,” ujarnya.
Selain itu, Hutan Kota Plataran juga memiliki ruang pendukung MICE lainnya, yakni Rumah Kaca Melati. Tempat ini didesain khusus untuk menggelar acara yang lebih intim, seperti tunangan, gathering, dan acara lainnya. Rumah Kaca Melati dapat menampung 80 hingga 150 orang dengan minimal spending Rp150 juta++.
“Rencananya kami akan membuat jalan khusus untuk catwalk, jadi bisa digunakan untuk acara fashion show juga. Ada pertunjukan seperti tari-tari atau konser musik juga nantinya,” Dewi menambahkan.
Untuk saat ini, Pidari dan Rumah Kaca Melati belum dapat digunakan lantaran masih dalam proses pembangunan. Beberapa tempat lainnya pun masih dalam tahap pembangunan, seperti musala, Plataran Tembok Ekspresi, Plataran Putri Dewi Perfomance Deck, dan Plataran Pet Playground.
Dalam hal ini Yozua meminta masyarakat bersabar agar dapat menikmati seluruh bangunan yang ada di Hutan Kota Plataran. Menurutnya, Plataran Indonesia sudah memberikan kemampuan terbaiknya dalam merevitalisasi hutan kota ini sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.
Ia menceritakan, Plataran Indonesia membuat gebrakan terbaru yakni mampu menyelesaikan beberapa bangunan dalam waktu kurang lebih 90 hari. Dengan jumlah tim 500 orang, Yozua yakin mampu merampungkan semua bangunan tersisa dalam waktu yang sudah ditentukan.
“Beri kami napas sebentar, kurang lebih tanggal 30 Januari 2020 semua bangunan yang ada di sini akan rampung. Kami bekerja dari pagi hingga malam untuk memberikan hasil yang maksimal,” tutup Yozua.





