Beberapa rombongan juga terlihat memenuhi ruang pertunjukan di SAU. Salah satu rombongan yang datang berasal dari Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) yang tengah mengadakan acara di Bandung, Jawa Barat. Rombongan yang datang berbaris di pintu masuk SAU untuk mendapatkan cenderamata berupa kalung dengan liontin angklung.
Setelahnya, setiap orang dipersilakan untuk mengambil makanan dan minuman yang disediakan di SAU. Teh hangat, air mineral, hingga gorengan berupa pisang goreng dan bala-bala disediakan sebagai pendamping saat menonton pertunjukan seni di sana.
Jadwal pertunjukan dibagi ke dalam empat waktu, yakni mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Setiap orang mendapat kesempatan untuk menonton pertunjukan selama 1,5 jam di area yang sudah disediakan. Area tersebut berbentuk seperti tribun untuk menonton sepak bola, dengan panggung besar di tengahnya. Setiap satu kali waktu menonton, tribun tersebut dapat menampung kurang lebih 600 orang di dalamnya.
Salah seorang lelaki menggunakan pakaian khas Jawa Barat memandu jalannya pertunjukan. Tak lama, demonstrasi wayang golek khas tanah Sunda dimulai. Ini merupakan pementasan sandiwara boneka kayu yang menyerupai badan manusia lengkap dengan kostumnya dan dipandu oleh seorang dalang. Demonstrasi wayang golek menampilkan bagaimana wayang berbicara, menari, dan berkelahi.





