Kelihaian Yayan dalam bermain angklung memang diwariskan dari kedua orang tuanya, yakni Mang Udjo dan Uum Sumiati. Menurutnya, ia terlahir dari keluarga yang menyukai musik, terutama angklung, sehingga sudah diajarkan bermusik sejak dini.
“Angklung merupakan salah satu hal yang dapat menarik banyak orang. Dengan begitu, saya dapat meneruskan cita-cita Abah saya untuk memperkenalkan angklung ke semua orang di seluruh dunia,” ujar Yayan.
Puncak acara dari pertunjukan ini ialah dengan menari bersama. Anak-anak dari sanggar SAU mengajak para pengunjung untuk turun ke panggung sambil menari kebudayaan Jawa Barat. Selain menari, Anda juga diajak untuk bermain ular tangga bersama anak-anak sanggar yang terlibat.
Keinginan Abah Udjo untuk memperkenalkan angklung ke mata dunia, sudah dapat dibuktikan dengan hadirnya wisatawan mancanegara ke Saung Angklung Udjo. Menurut Yayan, hampir di setiap pertunjukan banyak turis mancanegara yang datang untuk sekadar cari tahu sejarah angklung dan cara memainkannya.
Pertunjukan Bambu Saung Angklung Udjo dapat dinikmati setiap hari Senin hingga Minggu. Harga yang ditawarkan untuk weekday ialah Rp50.000 untuk anak-anak dan Rp70.000 untuk dewasa, sedangkan untuk weekend di harga Rp55.000 hingga Rp75.000 per orang.
“Setiap hari kita selalu ramai, karena tidak ada lagi edukasi wisata angklung selain di sini. Tetapi, memang yang paling ramai itu di weekend,” ungkapnya.
Lokasi: Jalan Padasuka No.118, Pasirlayung, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat
Jam Operasional: Pukul 08.00 -22.00 WIB
Nomor: (022) 7271714





