Berpose Layaknya di Atas Awan dari Jurang Tembelan

Thursday, 09 May 19   5 Views   0 Comments   Bonita Ningsih
Jurang Tembelan

Daerah Istimewa Yogyakarta memang terkenal dengan wisatanya yang menarik, salah satunya ialah wisata alam bernama Jurang Tembelan yang berada di Kelurahan Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

Jurang Tembelan hadir bagi kalian penikmat wisata alam yang ingin merasakan sensasi foto di atas jurang. Dengan background Pegunungan Sewu dan aliran Sungai Oyo, para pengunjung yang datang dapat menikmati keindahan alam yang ada di sekitar Bantul, Yogyakarta.

Kawasan ini juga menjadi incaran pengunjung untuk menikmati sunrise (matahari terbit). Pasalnya, kawasan ini dibuka selama 24 jam dan boleh dikunjungi oleh umum. Datang lebih awal sebelum matahari terbit, agar Anda bisa menikmati indahnya pemandangan di sekitar Jurang Tembelan.

Namun, jangan khawatir apabila Anda tidak bisa bangun pagi. Sebab, di kawasan ini Anda juga dapat menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam. Anda tidak perlu berpindah lokasi ke pantai untuk mendapatkan pemandangan indah saat sunset, cukup menunggu di Jurang Tembelan saja hingga sore hari.

Sulasmono, Anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), mengatakan, awalnya kawasan ini hanya dinikmati oleh masyarakat sekitar Bantul. Bahkan, awalnya tempat ini hanya berupa perkebunan luas yang dimanfaatkan warga sekitarnya untuk menikmati matahari terbit dan matahari terbenam.

“Dulu itu di sini setiap pagi warganya banyak yang selfie dengan background Sungai Oyo dan pemandangan hijau perbukitan sambil menikmati sunrise dan kabut di pagi hari,” kata Mono, begitu panggilan akrabnya.

Melihat ada peluang untuk mendatangkan pengunjung lebih banyak, warga sekitar akhirnya berinisiatif membuka kawasan ini untuk umum. Dikelola oleh swadaya masyarakat, kini Jurang Tembelan menjadi salah satu kawasan wisata di Yogyakarta yang wajib dikunjungi.

“Pengembangan tempat wisata di Yogyakarta ini kebanyakan atas inisiatif warga sekitarnya. Tapi, pemerintah juga tetap support dengan menunjang beberapa fasilitas di sana,” ujarnya.

Bahkan, pengunjung yang datang ke Jurang Tembelan bukan hanya dari masyarakat lokal, tapi beberapa pengunjung mancanegara juga hadir menikmati keindahan Jurang Tembelan. Salah satu rombongan yang datang saat itu berasal dari negara Malaysia. Mereka mengatakan wisata di Jurang Tembelan sangat bagus dan wajib dikunjungi saat berwisata ke Yogyakarta.

Jurang Tembelan

Spot Foto Menarik

Bagi Anda pencinta foto dan ketinggian, Jurang Tembelan menjadi salah satu pilihan tepat untuk dikunjungi. Salah satu spot foto yang paling menarik ialah bangunan berbentuk perahu dari bambu. Di sana Anda dapat mengambil foto dengan pemandangan awan yang indah.

Tidak perlu khawatir jika ingin berfoto di atas perahu itu, sebab bangunan perahu dibuat dengan kokoh. Namun, perlu diperhatikan juga peraturan yang tertera di depan perahu itu. Untuk menikmati foto di atas perahu, hanya diperbolehkan maksimal tiga orang yang berada di atasnya.

“Bagi yang mau foto ala-ala di film Titanic, bisa mencoba foto di atas perahu ini. Pemandangan di sekitarnya juga sangat bagus buat foto-foto,” ucap Mono.

Karena menjadi salah satu spot foto paling menarik, setiap pengunjung yang datang harus rela antre agar dapat berfoto di atas perahu itu. Semakin siang Anda datang ke sana, semakin banyak pula antrean pengunjungnya.

Selain itu, spot foto di gardu pandang juga menjadi incaran para pengunjung. Anda perlu menapaki beberapa anak tangga untuk mencapai gardu pandang Jurang Tembelan. Di atas sana, Anda dapat menikmati keindahan sekitar Jurang Tembelan dan temukan foto yang menarik saat sunrise tiba.

Jika ingin bersantai atau sekadar menghindari panasnya matahari, di Jurang Tembelan juga disediakan bangunan gazebo. Di sana, para pengunjung dapat duduk-duduk dengan santai sambil bercengkrama dengan kerabat atau pengunjung lainnya. Fasilitas lainnya yang dapat ditemui di Jurang Tembelan adalah toilet umum dan warung makan.

“Tapi, memang untuk toiletnya masih sangat sederhana karena itu semua yang mengelola swadaya masyarakat. Dananya pun masih dari mereka, jadi dibangun apa adanya saja,” kata Mono yang juga bertugas sebagai pemandu wisata.

Untuk menikmati itu semua, para pengunjung yang datang tidak dibebani dengan biaya yang mahal. Mono menjelaskan, per orang hanya dikenakan biaya masuk Rp2.500 dan biaya parkir kendaraan sebesar Rp5.000. Selain itu, Anda juga dibebankan biaya Rp2.000 jika ingin ke toilet umum.

“Jadi, dari situlah swadaya masyarakat mendapatkan uang untuk mengelola Jurang Tembelan,” ucapnya.