BerandaDestinationJejak Sejarah Kolonial Menjadi Daya Tarik Wisata Utama di Cebu

Jejak Sejarah Kolonial Menjadi Daya Tarik Wisata Utama di Cebu

Published on

spot_img

Cebu, Filipina, Venuemagz.com — Satu hari sebelum pembukaan ASEAN Tourism Forum 2026 digelar di Cebu, Filipina, Tourism Promotion Boards Filipina mengajak para buyer dan media untuk menikmati kegiatan pre-tour di wilayah Cebu.

Ada lima pilihan tur yang dapat dinikmati, yaitu Paglantaw: A Heritage Tour of Old Cebu, Mugna: A Creative Journey of Cebu, Paglayag: Cebu Island-Hopping Experience, Lingaw: A Leisure Golf Experience in Northern Cebu, dan Bagani: Lapu-Lapu City Cultural Tour.

Kali ini, VENUE memilih untuk mengikuti Paglantaw: A Heritage Tour of Cebu untuk melihat seberapa besar warisan sejarah dan budaya tradisional Cebu membentuk pariwisata di wilayah ini.

Dalam bahasa Cebu, paglantaw memiliki arti ‘to view’ atau ‘untuk melihat-lihat’. Karenanya, Paglantaw Tour mengajak delegasi untuk menikmati Old Cebu, di mana jejak kolonialisme Spanyol terasa sangat melekat di wilayah ini.

Selama sekitar 8 jam, kami diajak mengunjungi beberapa objek wisata bersejarah di Cebu, yaitu Magellan’s Cross, Basilica Minore del Santo Nino, Fort San Pedro, National Museum of the Philippines Cebu, Casa Gorordo Museum, dan Museo Sugbo.

BACA JUGA:  Singapura Targetkan Pertumbuhan Berkualitas Hingga 2040

Magellan’s Cross

Salib ini ditanam oleh Ferdinand Magellan pada 14 April 1521 untuk memperingati baptisan pertama Rajah Humabon dan Ratu Juana, sekaligus menandai awal penyebaran Katolik di Filipina. Terlindungi dalam bangunan berbentuk oktagonal beratap genteng merah sejak 1834, salib asli dilapisi kayu tindalo untuk mencegah kerusakan akibat pengambilan serpihan oleh peziarah yang percaya kekuatan ajaibnya.

Magellan's cross cebu filipina

Basilica Minore del Santo Niño

Terletak tepat di sebelah Magellan’s Cross, Basilica Minore del Santo Niño merupakan gereja tertua di Filipina. Gereja ini dibangun pada 1565 oleh Fr. Andres de Urdaneta dan diperbarui pada 1735-1739 menggunakan batu pahat, dan menjadi basilika minor pada 1965 oleh Paus Paulus VI.

Basilica minore del santo nino cebu filipina

Rumah bagi patung Santo Niño (Anak Yesus Suci) yang diberikan kepada Ratu Juana oleh Magellan, basilika ini menarik jutaan peziarah setiap Minggu ketiga bulan Januari untuk Fiesta Señor yang sekaligus bertepatan dengan Sinulog Festival.

Fort San Pedro

Benteng batu tertua dan terkecil di Filipina ini dibangun pada 1565 oleh Miguel López de Legazpi sebagai benteng pertahanan Spanyol dengan desain segitiga unik. Kini, benteng ini menjadi taman bersejarah dengan museum artefak, seperti meriam, dokumen kolonial, dan taman yang tenang untuk refleksi. Para pengunjung bisa naik ke lantai dua untuk menyusuri jalur benteng yang dulunya digunakan prajurit untuk menjaga wilayah ini.

Fort san pedro cebu filipina

National Museum of the Philippines Cebu

BACA JUGA:  Jambi Gencarkan Promosi Wisata Minat Khusus

Museum ini menampilkan lima galeri yang mencakup biodiversitas Cebu, geologi, arkeologi, seni Cebuano, serta tradisi etnografi dan maritim. Berlokasi dekat Fort San Pedro, tempat ini juga memamerkan artefak Perang Dunia II dan karya seniman lokal, seperti Martino Abellana, untuk merayakan semangat Cebuano.

National museum of the philippines cebu

Tempat ini diresmikan pada 28 Juli 2023 sehingga masih terbilang baru, dengan bangunan yang juga masih tertata modern. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk ke National Museum yang beroperasi dari Selasa-Minggu, pukul 09:00-17:00.

Casa Gorordo Museum

Rumah kolonial bergaya Spanyol ini dibangun pada 1850-an oleh Alejandro Reynes, yang kemudian dimiliki keluarga Gorordo, termasuk Uskup Cebu pertama Juan Isidro de Gorordo. Rumah ini dibeli oleh Ramon Aboitiz Foundation Inc. (RAFI) pada 1979, kemudian dibuka kepada publik sebagai museum pada 1983 setelah melalui serangkain renovasi.

Casa gorordo museum cebu filipina

Terletak di distrik Parian bersejarah, Casa Gorordo Museum menjadi contoh nyata rumah di zaman kolonial dengan arsitektur yang memadukan unsur lokal, unsur Spanyol, dan pengaruh China. Di dalam rumah dua lantai ini, para pengunjung bisa melihat barang yang digunakan sehari-hari pada zaman kolonial dulu, memamerkan gaya hidup keluarga Cebuano dari era kolonial hingga modern.

BACA JUGA:  PIK 2 Hadir Sebagai Destinasi Baru untuk Bisnis dan Pariwisata

Casa Gorordo bisa dijadikan tempat untuk kegiatan privat seperti pernikahan atau makan malam. Kapasitas yang dimiliki sekitar 100 orang (outdoor) di halaman bawah, dan 60 orang di teras lantai 2.

Museo Sugbo

Museo Sugbo adalah museum provinsi Cebu yang terletak di bekas penjara Cárcel de Cebú. Bangunan ini dibangun pada 1869 menggunakan batu karang dan berfungsi sebagai penjara provinsi hingga 2004. Tempat ini diubah menjadi museum pada 5 Agustus 2008 oleh pemerintah provinsi Cebu, dan kini memiliki 14 galeri yang mencakup era pra-kolonial hingga kontemporer.

Museo sugbo cebu

spot_img

Perdana! Kolaborasi KTO dan Buttonscarves untuk Promosikan Pariwisata Ramah Muslim

Jakarta, Venuemagz.com – Korea terus menggalakan wisata ramah musim bagi wisatawan mancanegara khususnya Indonesia....

Jelajah Program dan Tren Kendaraan Listrik di Pameran PEVS 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Akselerasi industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia tengah melesat kencang....

1883 Drink Design Competition Indonesia 2026 Siap Digelar, Ubah Makanan Padat Menjadi Minuman

Jakarta, Venuemagz.com - Industri food and beverage (F&B) Indonesia bersiap menyambut standar baru dengan...

JFEX Summer 2026 Perkuat Hubungan Perdagangan antara F&B Global, Jepang, dan Pasar Asia

Tokyo, Jepang, Venuemagz.com — JAPAN INT'L FOOD & BEVERAGE EXPO (JFEX) SUMMER 2026 kini...

Singapura Targetkan Pertumbuhan Berkualitas Hingga 2040

Filipina, Venuemagz.com -Singapura menyambut 16,9 juta wisatawan internasional sepanjang tahun 2025, atau naik 2,3...

Vietnam Catat Rekor Baru Pariwisata, Targetkan 25 Juta Wisatawan Internasional pada 2026

Filipina, Venuemagz.com -Sektor pariwisata Vietnam menunjukkan kebangkitan luar biasa pasca-pandemi. Pada tahun 2025, negara...

Filipina Siapkan Diversifikasi Produk Pariwisata untuk Memikat Wisatawan Internasional

Filipina, Venuemagz.com -Diversifikasi produk dan program pariwisata menjadi kunci Filipina untuk mendatangkan lebih banyak...