BerandaDestinationLima Desa Wisata yang Dapat Dikunjungi Setelah Menonton MotoGP Mandalika

Lima Desa Wisata yang Dapat Dikunjungi Setelah Menonton MotoGP Mandalika

Published on

spot_img

Ajang balap internasional MotoGP akan diselenggarakan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 18-20 Maret 2022 mendatang. Sebanyak 2.500 official akan menghadiri event tersebut dan dipastikan banyak masyarakat dari belahan dunia yang ingin berkunjung ke Mandalika.

Melihat antusiasme tersebut, para pelaku wisata di Mandalika berlomba-lomba menyiapkan segala sesuatu menjelang perhelatan akbar MotoGP. Apalagi, pemerintah telah memastikan bahwa Sirkuit Mandalika dapat menampung hingga 100.000 penonton selama acara berlangsung. 

Dengan jumlah penonton tersebut, pelaku pariwisata mendapatkan angin segar untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata di NTB, termasuk desa wisata. Berikut ini beberapa rekomendasi desa wisata versi RedDoorz yang patut dikunjungi masyarakat setelah menonton MotoGP Mandalika.

  1. Desa Wisata Karang Pule

Karang Pule merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Wisatawan dapat berinteraksi secara langsung dengan para pengrajin mengenai cara pengolahan mutiara dari awal hingga akhir. 

Untuk mengunjungi desa wisata ini, wisatawan akan menempuh perjalanan selama 40 menit dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Sedangkan, wisatawan yang tiba dari Pelabuhan Lembar dapat menempuh waktu 32 menit menggunakan kendaraan pribadi.

  1. Desa Wisata Gili Gede Indah
BACA JUGA:  KTO Hadirkan Konsep Berwisata Baru Bernama Glocal

Terletak di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB, desa wisata ini memiliki potensi wisata berupa marine tourism (wisata bahari). Dengan potensi tersebut, desa wisata Gili Gede Indah memiliki banyak pulau kecil di dalamnya seperti Gili Asahan, Gili Rengit, Gili Layar, dan Gili Anyaran. 

Gili-gili kecil tersebut dikenal memiliki keindahan bawah laut yang menarik perhatian para wisatawan. Sejumlah akomodasi juga sudah tersedia di desa wisata tersebut mulai dari homestay hingga villa. Tak hanya itu, di sana juga sudah terdapat warung-warung kecil, toilet, pusat informasi, camping ground, dan pusat kesehatan.

  1. Desa Wisata Labuan Buwun Mas

Buwun Mas merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Sekotong, kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Desa Buwun Mas berbatasan langsung dengan wilayah administratif Kabupaten Lombok Tengah di bagian timur, dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah selatan. 

Desa Buwun Mas dikenal memiliki bukit yang indah dan padang savana dengan latar belakang perbukitan serta pantai. Untuk menuju desa ini, wisatawan dapat menempuh perjalanan selama 48 km dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menggunakan kendaraan pribadi.

  1. Desa Wisata Labuhan Pelangan
BACA JUGA:  Kebijakan Bebas Karantina dan Visa On Arrival Mampu Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Desa ini merupakan satu dari enam desa dan kelurahan yang ada di kecamatan Sekotong. Untuk menuju desa ini, wisatawan dapat menempuh jarak 41 km dari Pelabuhan Lembar dan 72 km dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menggunakan kendaraan pribadi.

Selain berbasis wisata bahari, desa ini juga memiliki wisata alam yang indah berupa Pantai Mekaki dan Pantai Selindungan. Sejumlah objek wisata alam yang juga dapat dikunjungi di desa ini adalah air terjun dan perbukitan.

  1. Desa Wisata Banyumulek

Terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB, desa ini dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah terbesar di Lombok. Oleh sebab itu, Desa Wisata Banyumulek mengandalkan potensi wisata berupa kerajinan gerabah. 

Tak hanya gerabah, desa ini juga terkenal dengan wisata religi karena terdapat Masjid unik bernama “Masjid Kembar Menara Tunggal”. Wisatawan tak perlu khawatir saat berkunjung karena di sana sudah memiliki beberapa homestay untuk beristirahat. Selain itu, juga terdapat warung- warung kecil, toilet, pusat informasi, dan area wifi gratis.

BACA JUGA:  Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan, Kemenparekraf Ajak Wisatawan Perhatikan Jejak Karbon

Beberapa akomodasi yang tersedia di lima desa wisata tersebut telah ditunjang oleh RedDoorz, sebuah perusahaan manajemen hotel berbasis teknologi. Dalam hal ini, RedDoorz, juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah dan Dinas Pariwisata NTB untuk mendukung pariwisata dan ekonomi daerah. Tak hanya dari segi pengelolaan, tetapi, juga dalam segi pemasaran akomodasi. 

Fidel Ali, PR Manager RedDoorz Indonesia, berharap agar kolaborasi ini juga dapat membantu para pelaku bisnis di Lombok, khususnya desa wisata. Bahkan, RedDoorz, juga telah berkomitmen untuk menyukseskan ajang MotoGP dengan menyediakan akomodasi nyaman dan aman. 

“Kami mengajak para wisatawan untuk berlibur bersama RedDoorz, untuk mendapatkan pengalaman menyenangkan saat menginap. Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan menginap masyarakat sebagai tempat singgah untuk kembali melanjutkan wisata ke tujuan mereka,” kata Fidel.

spot_img
spot_img

Festival Musik PROJEK-D Vol.5 Siap Digelar, Ini Rundown Lengkapnya! 

Karanganyar, Venuemagz.com - Menghitung hari penyelenggaraan PROJEK-D Vol.5, Dyandra Promosindo selaku penyelenggara resmi mengumumkan...

Sherlock Holmes Hadir di Bugis Town Singapura Lewat Pengalaman Immersif Resmi Pertama di Dunia

Singapura, Venuemagz.com -- Sebuah kasus pembunuhan fiktif kini menjadi pusat pengalaman wisata interaktif terbaru...

Archipelago Hotels Hadirkan Promo “September Save More”, Tawarkan Diskon 20% di 157 Hotel

Jakarta, VenueMagz.com – Memasuki kuartal keempat 2026, Archipelago Hotels menghadirkan program promosi bertajuk “September...

Salah Satu Pilihan Venue Wedding Jakarta Selatan Ada di Rà Suites Simatupang, Resepsi hingga 700 Undangan

JAKARTA, Venuemagz.com — Memilih venue wedding di Jakarta Selatan tidak selalu perkara mencari ballroom...

Kemitraan Kemenparekraf dan KAO Indonesia Untuk Kembangkan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berkomitmen untuk mengembangkan desa wisata dan homestay...

Kemenparekraf Gelar Famtrip Untuk Promosi Desa Wisata

Pengembangan desa wisata menjadi salah satu fokus program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)...

Strategi Untuk Meningkatkan Kunjungan di Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya untuk mengembangkan desa wisata agar menjadi...