BerandaNewsKolaborasi Kemenparekraf dengan Jejak.in Untuk Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Kolaborasi Kemenparekraf dengan Jejak.in Untuk Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Published on

spot_img
spot_img

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berkomitmen untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Langkah terbaru yang telah dilakukan Kemenparekraf untuk mewujudkan hal tersebut adalah berkolaborasi dengan Jejak.in.

Dalam hal ini, Kemenparekraf bersama Jejak.in berkolaborasi untuk meluncurkan aplikasi Carbon Footprint Calculator dan Offsetting (CPFC). Program CFPC merupakan upaya Kemenparekraf dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah dihasilkan dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak buruknya pada iklim.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa kolaborasi platform aplikasi CFPC merupakan sinergi inisiatif pelaku pariwisata di destinasi dalam rangka penerapan CFPC. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga bertujuan untuk menampilkan prototyping Carbon Footprint Calculator (CFPC) dalam rangka penguatan reputasi pariwisata menjelang Presidensi G20. 

BACA JUGA:  Dana Bantuan Penanganan COVID-19 Bertambah

Selain itu juga untuk monitoring carbon-offset di destinasi menuju skema carbon trading di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Menparekfaf juga berharap agar program Carbon Footprint Calculator (CFPC), dapat meningkatkan nilai reputasi dan kepercayaan publik pada sektor pariwisata serta menguatkan gerakan climate friendly tourism.

“Saya sampaikan secara tegas bahwa kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif harus intended, bahwa isu-isu lingkungan ini menjadi isu utama kita. Maka hari ini kita kick off program ini, dan kita harapkan menjadi pembuka untuk berkolaborasi dengan banyak stakeholder,” jelas Sandiaga.

BACA JUGA:  Pemerintah Pangkas Masa Karantina PPLN Menjadi Tiga Hari

CEO Jejak.in, Arfan Arlanda, mengaku bangga dengan inisiatif Kemenparekraf untuk menjalankan pariwisata yang ramah lingkungan. Ia berharap program ini secara signifikan mendukung perubahan iklim dan capaian target emisi di Indonesia.

“Semoga inisiatif yang luar biasa ini tidak berhenti sampai di sini, dan bisa diimplementasi ke seluruh industri pariwisata, di sektor swasta sebagai pelaku ekonomi langsung sehingga memberikan dampak yang sangat besar untuk di Indonesia,” ungkap Arfan.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Akan Hadirkan Wisata MICE di Ujung Kulon

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program Carbon Footprint Calculator (CFPC), dapat mengaksesnya pada laman Indonesia.travel page. Berbagai informasi terkait program CFPC juga akan dibagikan melalui website tersebut sehingga memudahkan masyarakat dalam mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

“Kita pastikan gerakan ini menjadi gerakan nasional yang mengatasi berbagai krisis akibat perubahan iklim dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan,” Sandiaga menambahkan.

spot_img
spot_img
spot_img

Pertama Kali Digelar! Bakery ASEAN Siap Boyong Ratusan Brand dan Chef Dunia ke Jakarta 

Jakarta, Venuemagz.com - Untuk pertama kalinya, Bakery ASEAN diselenggarakan di Indonesia tepatnya di Jakarta...

Perkuat Industri Kertas Indonesia Melalui Paper Chain Expo 2026 

Jakarta, Venuemagz.com - Industri pulp dan kertas asal Indonesia menempati posisi strategis di Asia...

Kenalkan Kenari Hall, Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Gelar Wedding Showcase 

Tangerang, Venuemagz.com – Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport akan menggelar wedding showcase intimate bertajuk...

Akkulla Seminyak Akan Dibuka Oktober 2026, Tawarkan Diskon Pembukaan 30%

Elite Havens, perusahaan manajemen dan pemasaran vila mewah di Asia, mengumumkan bahwa Akkulla, kompleks...

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 921 Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Nasional

Tangerang, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran Lab Indonesia pada 15-17 April...

Inilah Dampak Ekonomi dari Pelaksanaan ASEAN Summit di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan survei terkait turunan ekonomi dari perhelatan ASEAN Summit...

Hong Kong Hapus Aturan Karantina Hotel

Pada 26 September 2022 lalu, Hong Kong telah menerapkan pengaturan baru bagi para pendatang...