Busworld Southeast Asia Dijadikan Wadah Untuk Meluncurkan Inovasi Baru

Wednesday, 05 October 22 Bonita Ningsih

Setelah tertunda akibat pandemi COVID-19, Busworld Southeast Asia Edisi ke-2, berhasil terselenggara pada tanggal 5 sampai 7 Oktober 2022 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Pameran bus ini diselenggarakan oleh Busworld bersama GEM Indonesia sebagai lokal partner.

“Pameran ini perdana digelar tahun 2019 dan seharusnya hadir kembali pada 2021 karena acara ini dua tahun sekali. Namun, karena pandemi, kami baru bisa menyelenggarakan acara ini pada 2022,” kata Baki Lee, President Director of GEM Indonesia.

Meskipun sempat terdampak pandemi, industri bus dan coach di Asia Tenggara mulai kembali pulih seiring dengan menggeliatnya pariwisata dunia. Oleh sebabnya, pameran ini menjadi wadah yang tepat bagi pelaku industri bus dan coach untuk merilis kembali bisnisnya. 

Kehadiran Busworld Southeast Asia 2022 juga dijadikan momen bagi para produsen bus untuk meluncurkan produk dan inovasi baru. Sebut saja Laksana, New Armada, Adiputro dan Tentrem yang menjadi empat perusahaan terbesar di Indonesia versi Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo).

BACA JUGA:   Reposisi MICE untuk datangkan Turis Berkualitas

Berdasarkan data dari Askarindo, keempat perusahaan tersebut telah mewakili 85 hingga 90 persen pasar bus di Indonesia. Tak heran jika keempat perusahaan tersebut berlomba-lomba menghadirkan inovasi baru bagi pengunjung pameran. 

Pada pameran ini, Laksana meluncurkan coach terbarunya yang dapat menjadi eye catcher di Busworld Southeast Asia. Begitu juga New Armada yang meluncurkan coach terbaru dan dipamerkan selama acara berlangsung. 

Kemudian, Adiputro membawa satu-satunya bus monocoque yang ada di Indonesia. Lalu, Tentrem memamerkan bus listrik terbaru yang diluncurkan perdana saat pameran berlangsung. 

BACA JUGA:   Angkat Tradisi dan Budaya, Kunci Kesuksesan Banyuwangi Ethno Carnival 2017

Kehadiran bus listrik memang menjadi sesuatu hal yang baru dalam Busworld Southeast Asia Jakarta. Pihak penyelenggara memasukkan kategori ini untuk mendukung program pemerintah Indonesia yakni net zero emission (NZE). 

“Pemerintah kita ini sudah memiliki target pengoperasian bus listrik sebanyak 41.000 pada tahun 2024. Peluang tersebut akhirnya kita manfaatkan di sini karena sudah semakin banyak produsen bus yang menghadirkan bus listrik,” jelas Baki Lee.

Selain pemain lokal, pameran ini juga dihadiri oleh beberapa karoseri atau bus internasional seperti Zhongtong dan Golden Dragon. Tak hanya manufaktur bus saja, komponen pendukung bus lainnya juga turut serta memeriahkan pameran ini.

Beragan komponen dan aksesoris berkaitan dengan bus menjadi pelengkap ekosistem selama pameran berlangsung. Mulai dari solar film, baterai kendaraan diesel, sistem ADAS, kamera keselamatan, kain, pintu, alat sistem pencahayaan, dan masih banyak lainnya.

BACA JUGA:   IIMS 2023 Tawarkan Program Musik Infinite Live

“Total kira-kira ada sekitar 200 peserta yang kami hadirkan di pameran ini. Jumlah tersebut sudah termasuk keseluruhan ekosistem dari bus,” dia menambahkan.

Masyarakat yang ingin berkunjung ke pameran Busworld Southeast Asia Jakarta 2022 tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Pameran dibuka pada pukul 10.00-18.00 WIB dengan menghadirkan serangkaian kegiatan di dalamnya.