Di acara Jaga Wiyata, para siswa diberikan edukasi cara menanam dan memanen hasil tanaman obat yang baik dan benar. Penanaman tanaman obat ini dilakukan di pot tanaman yang biasa disebut dengan potting. Potting tanaman obat dilakukan selain untuk menghemat tempat, tetapi juga untuk memudahkan para siswa SD dalam menanam. Diharapkan juga melalui edukasi ini, para guru dan siswa yang terlibat dapat membangun apotek hidup di sekolahnya masing-masing.
Sebelum digelar di Riau, kegiatan Jaga Wiyata sempat mendatangi beberapa sekolah di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan wilayah Bali. Kegiatan di daerah-daerah tersebut sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu.
Di Riau, kegiatan Jaga Wiyata dilaksanakan di SD YPPI Perawang. Pesertanya tidak hanya siswa dari sekolah tersebut, tetapi juga mengajak sembilan sekolah lainnya untuk berpartisipasi. Kesembilan sekolah tersebut adalah SDN 03 Perawang, SDN 05 Perawang, SDN 06 Perawang, SDN 07 Perawang, SDN 08 Perawang, SDN 15 Perawang, SDIT Aiti, SDS Al Wathaniyah, dan SDS Muhammadiyah. Terdapat kurang lebih 100 siswa-siswi pilihan dari 9 sekolah tersebut untuk diajak mengikuti kegiatan Jaga Wiyata.
Hasanuddin, Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Perawang, mengatakan, melalui kegiatan Jaga Wiyata ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini. Hal ini juga menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan hidup yang ada di sekitar sehingga semakin banyak generasi yang peduli akan lingkungannya.
“Kolaborasi dari berbagai pihak dalam mendukung kelestarian lingkungan salah satunya melalui gerakan Jaga Bhumi ini merupakan salah satu cara untuk menjamin kelestarian lingkungan di masa depan,” ucap Hasanuddin.
Selain itu, APP Sinar Mas melalui tim Fire Operation Management (FOM) Riau turut mengedukasi siswa-siswi SD yang ada di sana. Mereka mengajarkan betapa pentingnya menjaga lingkungan sekitar terhadap ancaman, bahaya, sekaligus menyosialisasikan bagaimana upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami ingin edukasi tentang ancaman dan bahaya karhutla dapat diberikan kepada generasi muda sedari dini, khususnya yang tinggal di wilayah kehutanan,” ungkap Deny Widjaya, FOM Head PT Arara Abadi.





