Indonesia kembali mengirimkan delegasinya ke event BRICS+ Fashion Summit yang akan dilaksanakan pada 28-30 Agustus 2025 di Moskow, Rusia. Event ini menjadi kelanjutan kemitraan strategis antara Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama Russian Fashion Council.
Keterlibatan Indonesia dalam acara ini merupakan bagian dari rangkaian kolaborasi yang telah terjalin keduanya sejak 2021. Kolaborasi ini terus berkembang dalam semangat pertukaran budaya, pengetahuan, dan peluang industri antara Indonesia serta negara-negara anggota BRICS+.
Tujuan Indonesia berpartisipasi pada BRICS+ Fashion Summit 2025 adalah untuk menunjukan komitmennya dalam memainkan peran aktif di ekosistem fashion global. Tahun ini, Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan empat delegasi terpilih dalam perhelatan BRICS+ Fashion Summit 2025.
Keempat delegasi yang akan berkontribusi dalam forum bergengsi tersebut adalah Ali Charisma selaku Advisory Board Indonesian Fashion Chamber (IFC), Taruna K. Kusmayadi selaku Perwakilan dari Original Fashion Creation (OFC), Liliek Setiawan selaku Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), serta Rizal Tanzil Rakhman selaku Government Relations & Sustainability Executive PT Pan Brothers Tbk.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya saya sendiri yang datang ke sana. Tetapi, dengan banyaknya kemajuan hubungan Indonesia dengan Rusia akhirnya negara kita dikasih kesempatan untuk mendatangkan empat perwakilan,” kata Ali Charisma.
Ali akan tampil sebagai pembicara dalam sesi diskusi panel yang membahas potensi besar pasar fashion Asia, khususnya perkembangan sektor modest fashion yang pesat. Ia akan menjelaskan bagaimana Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menjadi pusat inovasi dan ekspor untuk modest fashion global.
Sementara itu, Taruna akan membahas kekayaan tekstil wastra Indonesia dengan fokus pada kerajinan tangan (handmade textiles) dan potensi pengembangannya secara akademik dan industri. Diskusinya akan menyoroti pentingnya pelestarian budaya sekaligus peluang ekonomi dari tekstil tradisional.
“Kita ingin memberi tahu kepada masyarakat internasional bahwa wastra Indonesia itu tidak hanya disimpan oleh kolektor atau dipakai asal-asalan. Kita kasih tahu bagaimana caranya menciptakan koleksi yang kontemporer atau kekinian menggunakan wastra,” ujar Nuna begitu sapaan Taruna.
Sedangkan Liliek Setiawan akan mengangkat kapasitas industri tekstil Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Ia juga akan mengulas strategi hilirisasi dan penguatan rantai pasok tekstil nasional untuk mendorong pertumbuhan sektor fashion Indonesia secara menyeluruh.
Sebagai wakil dari sektor manufaktur, Rizal Tanzil akan membawakan materi mengenai kemampuan dan komitmen industri manufaktur fashion Indonesia dalam menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability). Ia akan menampilkan praktik terbaik dari PT Pan Brothers sebagai salah satu eksportir fashion terbesar di Indonesia.
“Kita kasih tahu bahwa garmen dari Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah bagus dari negara lain. Indonesia memiliki kemampuan ekosistem yang baik mulai dari hulu ke hilir sehingga desainer di sini cukup agresif,” ucap Rizal.
Dengan hadirnya empat delegasi tersebut diharapkan dapat menunjukkan kekuatan Indonesia dalam berbagai aspek industri fashion mulai dari budaya, akademik, industri, dan manufaktur. Perwakilan delegasi tersebut juga menandai peningkatan peran diplomasi fashion Indonesia dalam percaturan global, khususnya di kawasan BRICS+.
Lebih dari itu, kehadiran delegasi dari Indonesia juga akan membuka networking dengan negara-negara dunia bukan hanya Rusia saja. Pasalnya, BRICS+ Fashion Summit 2025 akan dihadiri banyak ekosistem fesyen dari 80 negara di dunia.
“Hampir 80 negara gabung dalam acara ini dan banyak sekali founder-founder fashion week yang datang. Jadi, banyak sekali obrolan terkait program, industri fesyen dunia, dan lainnya yang bisa kita dapatkan di sana,” tutup Ali.
BRICS+ Fashion Summit merupakan platform internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Russian Fashion Council. Acara ini mempertemukan delegasi pemangku kepentingan industri fashion dari berbagai negara anggota dan mitra BRICS+.
Setiap tahunnya, BRICS+ Fashion Summit, menghadirkan konferensi, pameran, dan fashion show yang menyoroti inovasi, budaya, dan bisnis fashion lintas negara.






KOMENTAR
0