ICST 2017 Lahirkan Deklarasi Yogyakarta

Wednesday, 01 November 17   46 Views   0 Comments   Harry Purnama
International Conference on Sustainable Tourism
Wisatawan asing sedang menanam mangrove pada acara TIME 2012 di Lampung. Foto: Venuemagz/Wildan

Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan International Conference on Sustainable Tourism 2017 yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2017 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Acara ini diikuti sekitar 300 peserta dengan pembicara kelas internasional, seperti Dirk Glaesser (Director for Sustainable Development of Tourism UNWTO), Prof. Chris Cooper (Department of Business and Management Oxford Brookes University UK), Randy Durband (GSTC Chief Executive Officer), Mari Elka Pangestu (Presiden United in Diversity), dan Hermawan Kertajaya (Pendiri dan Chairman MarkPlus Inc.).

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan salah satu komitmen Kementerian Pariwisata dalam menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Dadang Rizki Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, mengatakan, konferensi International Conference on Sustainable Tourism 2017 merupakan tindak lanjut dari kegiatan Indonesia Sustainable Tourism Award 2017.

“International Conference on Sustainable Tourism 2017 juga menjadi wadah bagi semua destinasi untuk berbagi pengalaman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan,” kata Dadang.

Kegiatan ini akan melahirkan berbagai rumusan, di antaranya Deklarasi Yogyakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan, serta strategi rencana agenda dan rencana aksi untuk percepatan penerapan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Dalam rangkaian konferensi juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Kementerian Pariwisata dengan 11 pemerintah kabupaten/kota dan universitas yang akan menjadi dasar bagi pembentukan Pusat Monitoring Observatorium Pariwisata Berkelanjutan. Selain itu, ada juga penandatanganan Komitmen Bersama dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengenai Pembangunan Industri Pariwisata Berkelanjutan agar mengacu pada prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Frans Teguh, Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementerian Pariwisata, menambahkan, dalam kegiatan ini juga diluncurkan Forum Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Observatory (WINSTO), Forum Sustainable Tourism Destination (STD), dan Indonesia Sustainable Tourism Dashboard.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik terselenggaranya ICST yang baru pertama kali digelar ini. Ia mengatakan percepatan penerapan pariwisata berkelanjutan akan memberikan manfaat yang besar pada pariwisata Indonesia.

“Terutama dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas lingkungan,” ujar Arief Yahya.