IFRA Hybrid Business Expo Diperpanjang Hingga 12 Desember 2021

Wednesday, 01 December 21 Bonita Ningsih

Penyelenggaraan International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) Hybrid Business Expo in conjunction with Indonesia Licensing Expo (ILE) 2021 resmi diperpanjang hingga 12 Desember 2021. Perpanjangan ini atas kesepakatan bersama antara pihak penyelenggara yaitu Dyandra Promosindo, Asosiasi Franchise (AFI), dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI).

Sebelumnya, IFRA telah berhasil diselenggarakan pada tanggal 12-14 November 2021 di Jakarta Convention Center (JCC). Kemudian, dilanjutkan melalui virtual platform https://www.ifra-virtualexpo.com/ dan telah menghadirkan banyak pengunjung di dalamnya.

Raenita Pristiani Aktuariana, Project Manager IFRA Hybrid Business Expo 2021, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap acara ini sangat tinggi sehingga dilakukan perpanjangan waktu pameran. Dia menjelaskan, pelaksanaan IFRA Hybrid selama 19 hari ke belakang menghadirkan 20.960 pengunjung secara offline dan online. 

“Perpanjangan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin mencari peluang usaha pada industri waralaba dan lisensi. Selain itu, memberikan kesempatan bagi para calon franchisee dan licensee yang ingin mengetahui skema bisnis hingga melakukan dealing dengan para franchisor dan licensor,” jelas Raenita.

BACA JUGA:   Siapkan Pernikahan dengan Cepat di Jakarta Wedding Festival

Ketua Umum AFI, Anang Sukandar, mengungkapkan bahwa pameran IFRA Hybrid Business Expo 2021 ini menjadi penting dilaksanakan sebab melakukan bisnis waralaba tidak mudah. Pameran ini dijadikan wadah terbaik untuk mencari informasi, edukasi, dan kiat-kiat mengenai industri waralaba kepada para pelaku usaha.

“Kami juga mendorong pelaku-pelaku usaha waralaba untuk semakin mengembangkan bisnis yang mempunyai keunikan agar dapat bersaing di pasar lokal maupun global,” ungkapnya lagi.

BACA JUGA:   Dyandratiket Ditunjuk Sebagai Tempat Penjualan Tiket MotoGP Indonesia Grand Prix 2022

Susanty Widjaya, Ketua ASENSI, menambahkan bahwa untuk menggeluti bisnis waralaba harus memiliki sisi orisinil dan unik. Hal ini dilakukan agar bisnis tersebut tidak mudah ditiru dan memberikan keberagaman di lapangan. 

“Dengan melisensikan merek tersebut, sebuah produk bisa menambah citra yang bagus pada pebisnis sehingga para pembeli memiliki ketertarikan untuk membeli produk tersebut,” ujar Susanty.

Pameran yang mengusung tema “Sustaining & Accelerate Your Business Growth Through Local and Global Market”, ini diikuti kurang lebih 150 perusahaan dari 250 brand di berbagai bidang usaha. Misalnya saja bidang Food and Beverages, Automotive, Delivery Service, Digital Marketing, Fintech, Laundry and Services, Pharmacy, Property, Retail Mini Market, Tour and Travel, Education Center, Water Refill, Beauty Health and Spa, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA:   Dyandra Promosindo Umumkan Jadwal Penyelenggaraan IIMS 2022

Pada pameran virtual ini, pengunjung juga dapat berinteraksi dan bertransaksi dengan peserta pameran melalui platform yang telah disediakan. Terdapat berbagai rangkaian program yang disajikan di antaranya 62 business presentation, 4 hybrid business classroom, 8 hybrid meet the experts, 5 hybrid celebpreneur talkshow, 5 webinar series, the 5th IFBCC, hybrid IFRA awarding & gathering, retiree’s seminar, exhibition halls, business matching, dan virtual booth.