10 fashion designer dan 4 merek aksesori yang tampil dalam pekan mode internasional tersebut merupakan anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA Indonesia). IKRA Indonesia merupakan sebuah platform yang mempertemukan para pelaku usaha syariah, salah satunya sektor fesyen halal. Platform yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Yayasan Vivi Zubedi Indonesian ini bertujuan untuk membangun suatu ekosistem yang berkelanjutan bagi pengembangan produk usaha syariah secara holistik di Indonesia.
Fashion designer dan merek aksesori anggota IKRA Indonesia yang hadir dalam Virtual Fashion Show Mercedes-Benz Fashion Week Russia adalah Vivi Zubedi, Wignyo x Rorokenes, Agung Bali Collection x Bahalap, Adhy Alie, Roemah Kebaya Vielga, Thiffa Qaisty, IR & IR, Ina Priyono, Defika Hanum x PALA Nusantara dan Shoes by UJ Yuna, dan Anggia x Beadstown.
Koleksi modest wear yang ditampilkan mengusung konsep sustainable fashion dan mengaplikasikan tren forecasting 2021/2022 dengan tema “The New Beginning” tentang perubahan pola hidup menghadapi era baru. Konsep tersebut mengacu pada penggunaan bahan baku dan SDM lokal sebagai penggerak ekonomi nasional. Hal ini juga mengacu pada inspirasi tren global dan kepedulian akan lingkungan hidup dan sosial.
Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber, mengungkapkan bahwa panggung pekan mode internasional ini menjadi kesempatan berharga bagi pelaku fesyen Indonesia di masa pandemi. Melalui ajang ini, para desainer fesyen dan aksesori pelaku UMKM di Indonesia dapat menampilkan dan memperkenalkan karyanya di skala global, khususnya pasar Eropa.
“Dengan begitu, acara ini diharapkan dapat membuka peluang bagi para UMKM di Indonesia untuk merambah pasar ekspor dan produk busana muslim Indonesia benar-benar dapat diterima di pasar Eropa. Selain itu, dapat meningkatkan penetrasi produk unggulan usaha syariah di Indonesia,” Ali menjelaskan.






