Bangkok, Venuemagz.com — IT&CM Asia ke-33 dan CTW Asia Pasifik ke-28 tahun 2025 menghadirkan energi baru dengan berbagai kolaborasi seru dan aktivitas menarik di area pameran.
Area pameran dipenuhi dengan kegiatan interaktif di setiap booth, mulai dari pameran kerajinan tangan hingga lokakarya interaktif yang diselenggarakan para peserta pameran. Pengalaman ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk ikut berpartisipasi, menjalin relasi, serta memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai karakter dan budaya tiap destinasi.
Acara tahun ini diikuti lebih dari 270 destinasi, organisasi, dan merek baru maupun yang kembali berpartisipasi, serta lebih dari 400 buyer MICE, asosiasi, dan korporasi yang berasal dari lebih dari 50 negara dan kawasan. Para peserta memanfaatkan berbagai peluang dan jejaring yang tersedia sehingga suasana di lantai pameran terasa dinamis dan penuh semangat.
Aktivitas Pra-Acara: Pengalaman Lokal yang Autentik

Para delegasi mengikuti tur eksklusif pra-acara ke Bang Kachao, oase hijau di Bangkok, di mana mereka membuat diffuser aroma yang terinspirasi dari aroma khas wilayah tersebut. Perjalanan dilanjutkan ke Hutan Komunitas Suan Pa Ket, tempat para peserta menanam pohon Dang Nam asli menggunakan bubuk kopi daur ulang ramah lingkungan, mencerminkan kepedulian terhadap keberlanjutan acara.
Pada malam harinya, peserta menikmati Bangkok Evening Food Tour oleh Lost Plate, menjelajahi sudut tersembunyi Bangkok lama dengan tuk-tuk dan berjalan kaki. Para tamu mencicipi sajian lokal autentik, hidangan khas regional, dan jajanan kaki lima, menemukan kekayaan warisan kuliner kota ini.

Pengetahuan Penting dan Peluang Jejaring di Hari Pertama
Delegasi dapat mengikuti berbagai sesi edukasi dan lokakarya, memberi kebebasan memilih topik yang paling relevan dengan minat mereka. Sorotan utamanya adalah Engagement Activity: Sustainable Gastronomy in MICE oleh ICCA yang menyoroti pentingnya praktik makanan berkelanjutan, serta sesi meracik koktail yang interaktif dari Singapore EXPO. Knowledge Session juga menghadirkan empat pembicara dari berbagai organisasi yang membagikan keahliannya.
Sesi utama hari itu diawali oleh Design Local: Quenching the Thirst for Authenticity yang dibawakan oleh Supawan Teerarat, Presiden Thailand Convention and Exhibition Bureau, diikuti oleh paparan Shaping the Future of Travel dari Noor Ahmad Hamid, Chief Executive Officer PATA. Delegasi juga memperoleh manfaat dari jeda mindfulness sebelum kembali ke Keynote Opening -Pulse Check yang dimoderatori David Barrett bersama panel pakar di bidangnya.
Acara hari pertama diakhiri dengan Evening Get-Together, di mana eksibitor, delegasi, dan profesional industri bersantai sembari menikmati hidangan ringan dan musik live. Acara sosial ini juga diisi kegiatan jejaring interaktif, menciptakan suasana santai untuk melepas penat sekaligus mempererat koneksi.
Pameran dan Pertemuan Bisnis
Di booth masing-masing, berbagai destinasi dan organisasi menghadirkan kegiatan menarik, hadiah, serta hiburan untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Sorotan antara lain Pattaya MICE City dengan layanan pijat leher gratis selama 15 menit, TCEB yang menawarkan camilan, minuman, dan pertunjukan budaya autentik Thailand, serta Commerce and Investment Promotion Institute of Macao SAR yang mengajak peserta berfoto AI face-swap dengan latar ikon kota Macao dan cetakan instan sebagai suvenir.
Melalui BizMatch & Meet, eksibitor tidak hanya bertemu delegasi berdasarkan janji yang sudah dijadwalkan, namun juga berinteraksi dengan peserta lain yang mungkin sebelumnya belum sempat bertemu. Pada hari kedua acara, delegasi menutup harinya dengan kegiatan minum-minum dan pembagian hadiah.
Tur Pasca-Acara: Menjelajah Thailand di Luar Bangkok
TCEB membawa para buyer mengikuti tur pasca-acara untuk menjelajahi berbagai lokasi MICE di luar Bangkok, seperti Krabi, Sukhothai, dan Khon Kaen.
Di Sukhothai, peserta merasakan kekayaan seni dan warisan budaya melalui kunjungan ke Wat Phra Phuttha Chinnarat, Komunitas Ban Tha Pho, Taman Sejarah, desa keramik Si Satchanalai, dan desa tenun lokal. Salah satu momen spesial adalah aktivitas membuat suvenir bagi peserta sebagai kenang-kenangan personal dari destinasi tersebut.
Di Krabi, peserta menikmati hasil laut segar sekaligus mengeksplorasi keindahan alam melalui kegiatan flying fox di hutan, snorkeling di air jernih, dan bersantai di pantai berpasir putih. Program dipungkasi dengan serangkaian aktivitas wellness yang memberikan keseimbangan antara petualangan dan relaksasi.
Tur pasca-acara ke Khon Kaen menawarkan pengalaman mendalam ke budaya dan kerajinan lokal, kunjungan ke Komunitas Sa-Thawee, Rumah Tenun Jutatip, dan Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Khon Kaen. Delegasi juga menjelajah Situs Warisan Dunia UNESCO Ban Chiang, serta Pusat Pembelajaran Kelompok Tenun Kuno Ban Non Kok untuk menyaksikan langsung proses pewarnaan dan tenun tradisional. Perjalanan ini dilengkapi sajian kuliner farm-to-table khas Isan sebagai penutup sempurna jelajah budaya.
IT&CMA dan CTW APAC berikutnya akan digelar di Bangkok, Thailand, pada 22-24 September 2026.





