BerandaEventIVENDO Ingin Jadikan Pengelola Desa Wisata Sebagai EO Profesional

IVENDO Ingin Jadikan Pengelola Desa Wisata Sebagai EO Profesional

Published on

spot_img

Indonesia Event Industry Council (IVENDO) bekerja sama dengan Kemenparekraf akan bertugas sebagai pendamping dan pengembang sumber daya manusia (SDM) di desa wisata. Program terbaru dari Kemenparekraf ini bertujuan menjadikan desa wisata yang unggul, maju, dan mandiri pasca-pandemi COVID-19.

Meskipun belum dimulai pelaksanaannya, IVENDO telah mempersiapkan berbagai program untuk memajukan desa wisata terpilih. Tak hanya sekadar teori, tetapi juga memberikan pelatihan langsung bagi pengelola desa wisata. Dalam hal ini, IVENDO akan melatih mereka untuk menjadi sebuah event organizer (EO) yang profesional.

BACA JUGA:  Kemenpar dan SMF Siapkan Skema Pembiayaan Homestay

“Bagaimana caranya agar pengelola desa wisata tersebut mampu membuat event menarik di daerahnya, makanya kita latih untuk menjadi sebuah EO,” ujar Mulkan, Ketua Umum IVENDO.

Anggota IVENDO yang terjun langsung ke lapangan akan mengajarkan pengelola desa wisata mulai dari dasar hingga terlaksananya sebuah acara. Misalnya saja bagaimana cara merencanakan sebuah pertunjukan, membuat proposal acara, menghitung jumlah anggaran, cara berkoordinasi, hingga saat pementasan berlangsung.

“Kita juga akan ajarkan bagaimana cara memperoleh keuntungan dalam menggelar sebuah acara, misalnya saja cara menghitung harga tiket dan bagaimana cara me-monetize acara tersebut,” kata Mulkan lagi.

BACA JUGA:  INAMICE 2021 Diharapkan Jadi Solusi Untuk Memulihkan Kembali Industri MICE Indonesia

Tak sekadar memberikan pelatihan, IVENDO juga akan mendampingi dan mengawasi saat terjun langsung ke lapangan. Tujuannya adalah memperbaiki hal-hal yang kurang bagus saat pengelola desa wisata menggelar sebuah event.

“Ini semua dilakukan agar terbentuk sebuah tim yang solid saat menggelar sebuah event. Pokoknya, setelah program ini selesai, kita harapkan di setiap desa wisata ada satu EO lokal yang dapat menyelenggarakan event,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dyandra Promosindo Gelar Pameran Waralaba dan Lisensi Virtual Pertama di Indonesia

Mulkan juga merencanakan akan membuat pilot project terkait penyelenggaraan sebuah event di desa wisata. Menurutnya, dengan melakukan praktik langsung dapat memberikan ilmu yang nyata bagi para pengelola desa wisata.

“Kita ingin nantinya mereka semua bisa berdiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah dan lainnya. Jadi, program ini sangat bermanfaat karena mereka dapat mengetahui bagaimana caranya mendapatkan income sendiri saat menggelar sebuah acara,” ungkap Mulkan.

spot_img
spot_img

Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026, Tiga Ekosistem Industri Satu Expo

Jakarta, Venuemagz.com -  Ribuan profesional memadati lantai pameran konstruksi di NICE PIK 2 sejak...

Bali Menjadi Tuan Rumah Asian Open Water Swimming Championship 2026

Jakarta, Venuemagz.com -- Untuk pertama kalinya Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan lomba renang...

Satu Dekade INDOFEST: Gen Z Bawa Harapan Baru Wisata Petualangan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 kembali hadir sebagai pameran perlengkapan kegiatan...

ArtMoments Jakarta 2026: Panggung Lintas Budaya yang Membawa Seni Lokal ke Kancah Global

Jakarta, Venuemagz.com - ArtMoments Jakarta resmi dibuka pada tanggal 4 dan berakhir 7 Juni...

IVENDO Lantik Pengurus Baru: Satukan Tekad, Akselerasi Industri Event Indonesia

Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) resmi melantik jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2025-2029...

Ini Harapan untuk Ketua IVENDO Terpilih Periode 2025-2028

Irvan Mahidin Sukamto (PT Gemalindo Kreasi Indonesia) telah resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan...

Ribuan Event Batal dan Ratusan Miliar Rupiah Hilang Akibat Efisiensi Pemerintah

Suasana penuh antusiasme memenuhi Exhibition Hall Smesco Indonesia saat ratusan pemangku kepentingan industri event...