BerandaEventIVENDO Ingin Jadikan Pengelola Desa Wisata Sebagai EO Profesional

IVENDO Ingin Jadikan Pengelola Desa Wisata Sebagai EO Profesional

Published on

spot_img

Indonesia Event Industry Council (IVENDO) bekerja sama dengan Kemenparekraf akan bertugas sebagai pendamping dan pengembang sumber daya manusia (SDM) di desa wisata. Program terbaru dari Kemenparekraf ini bertujuan menjadikan desa wisata yang unggul, maju, dan mandiri pasca-pandemi COVID-19.

Meskipun belum dimulai pelaksanaannya, IVENDO telah mempersiapkan berbagai program untuk memajukan desa wisata terpilih. Tak hanya sekadar teori, tetapi juga memberikan pelatihan langsung bagi pengelola desa wisata. Dalam hal ini, IVENDO akan melatih mereka untuk menjadi sebuah event organizer (EO) yang profesional.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno: Ada 1.200 Desa Berpotensi Menjadi Desa Wisata

“Bagaimana caranya agar pengelola desa wisata tersebut mampu membuat event menarik di daerahnya, makanya kita latih untuk menjadi sebuah EO,” ujar Mulkan, Ketua Umum IVENDO.

Anggota IVENDO yang terjun langsung ke lapangan akan mengajarkan pengelola desa wisata mulai dari dasar hingga terlaksananya sebuah acara. Misalnya saja bagaimana cara merencanakan sebuah pertunjukan, membuat proposal acara, menghitung jumlah anggaran, cara berkoordinasi, hingga saat pementasan berlangsung.

“Kita juga akan ajarkan bagaimana cara memperoleh keuntungan dalam menggelar sebuah acara, misalnya saja cara menghitung harga tiket dan bagaimana cara me-monetize acara tersebut,” kata Mulkan lagi.

BACA JUGA:  Sukses Digelar Perdana, Jakarta Lebaran Fair Berhasil Mendapatkan Rp450 Miliar Transaksi

Tak sekadar memberikan pelatihan, IVENDO juga akan mendampingi dan mengawasi saat terjun langsung ke lapangan. Tujuannya adalah memperbaiki hal-hal yang kurang bagus saat pengelola desa wisata menggelar sebuah event.

“Ini semua dilakukan agar terbentuk sebuah tim yang solid saat menggelar sebuah event. Pokoknya, setelah program ini selesai, kita harapkan di setiap desa wisata ada satu EO lokal yang dapat menyelenggarakan event,” ujarnya.

BACA JUGA:  Indonesia EBTKE ConEx 2023 Dukung Target Nol Emisi Karbon

Mulkan juga merencanakan akan membuat pilot project terkait penyelenggaraan sebuah event di desa wisata. Menurutnya, dengan melakukan praktik langsung dapat memberikan ilmu yang nyata bagi para pengelola desa wisata.

“Kita ingin nantinya mereka semua bisa berdiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah dan lainnya. Jadi, program ini sangat bermanfaat karena mereka dapat mengetahui bagaimana caranya mendapatkan income sendiri saat menggelar sebuah acara,” ungkap Mulkan.

KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta, Industri F&B Gunakan 11 Hall NICE PIK 2

Tangerang, Venuemagz.com – Industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) tidak hanya membutuhkan inovasi...

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Hadirkan 30.000 Buyer

Jakarta, Venuemagz.com – SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka pada 4 November...

Wajah Baru Penang sebagai Destinasi MICE

Penang, Venuemagz.com -- Penang telah lama dikenal sebagai tujuan wisata medis bagi masyarakat Indonesia....

Investasi Mewah Mengubah Wajah Phuket

Phuket, Thailand, Venuemagz.com – Phuket memasuki fase baru dalam pertumbuhan ekonominya, dengan fondasi pariwisata...

Industri Event dan Desa Wisata Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Jakarta, Venuemagz.com - Pemerataan ekonomi nasional kini tak hanya bertumpu pada pusat-pusat kota besar....

IVENDO Lantik Pengurus Baru: Satukan Tekad, Akselerasi Industri Event Indonesia

Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) resmi melantik jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2025-2029...

Ini Harapan untuk Ketua IVENDO Terpilih Periode 2025-2028

Irvan Mahidin Sukamto (PT Gemalindo Kreasi Indonesia) telah resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan...