Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) resmi melantik jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2025-2029 dalam sebuah seremoni bertema “Satu Tekad untuk Hebat” yang digelar di Glass House, The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta pada 29 Juli 2025.
Acara pelantikan dihadiri oleh H. Ahmad Ridha Sabana, M.B.A., M.Sc., Ph.D., Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Digital; Deputi Event Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu; Deputi Industri Kemenpar Rizki Handayani Mustafa, MBTM; perwakilan Kemenekraf RI, serta lebih dari 100 tokoh industri, pejabat kementerian, mitra asosiasi, akademisi, serta perwakilan DPD IVENDO dari 21 provinsi.
Irvan Mahidin Sukamto, Ketua Umum DPP IVENDO 2025-2029, menekankan pentingnya kepemimpinan yang kolaboratif dan terstruktur. Untuk itu pasca-kegiatan, ia mengajak seluruh pengurus mengikuti Program Orientasi Kepemimpinan nasional bertajuk Leader’s BootCAMP, yang dilaksanakan pada 29-31 Juli 2025 di Clove Hotel, Bandung.
“Hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah titik awal memperkuat kolaborasi dan mengakselerasi peran IVENDO sebagai garda depan industri event Indonesia. Kepengurusan ini membawa semangat ASTA-DASA-RASA: 8 fondasi strategis, 10 langkah kerja nyata, dan rasa kebersamaan sebagai napas organisasi. IVENDO bukan milik pribadi. IVENDO adalah rumah besar bagi seluruh pelaku industri event di Indonesia,” ungkap Irvan.
Lebih lanjut, Irvan menyampaikan bahwa IVENDO akan memprioritaskan profesionalisasi industri melalui sertifikasi kompetensi, pembangunan ekosistem usaha yang sehat, advokasi kebijakan nasional, serta perluasan ruang pertumbuhan bagi seluruh DPD di Indonesia.
Setelah pelantikan, seluruh pengurus DPP dan DPD langsung diberangkatkan ke Bandung untuk mengikuti Leader’s BootCAMP selama tiga hari dua malam. Program ini mencakup Workshop Konsolidasi Pusat-Daerah, simulasi kepemimpinan, dan penyusunan awal Roadmap Industri Event Nasional 2025-2045 yang diselaraskan dengan arah kebijakan nasional.
“Kami ingin memastikan pelantikan ini bukan akhir, tapi awal dari gerak bersama yang solid dan adaptif. Model organisasi yang langsung bergerak setelah dilantik ini adalah contoh tata kelola asosiasi modern,” tutur Grace Jeanie, Wakil Ketua Umum III Bidang Komunikasi, Program, dan Ekosistem Industri.
Kegiatan ditutup dengan sesi talk show strategis bersama Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, yang membahas arah transformasi industri event dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.




