Jumlah Sellers TTC Travel Mart Naik 10 Persen

Tuesday, 06 March 18   112 Views   0 Comments   Venue
TTC Travel Mart
Foto: Venuemagz/Erwin

TTC Travel Mart 2018 kembali digelar pada 5 Maret 2018 di Jakarta dan 7 Maret 2018 di Surabaya. Pertemuan bisnis para pelaku pariwisata di dua kota itu diikuti oleh 188 seller dan dihadiri lebih dari 500 buyer. Dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, keikutsertaan peserta tahun ini meningkat sekitar 10 persen.

Menurut Tedjo Iskandar, Founder TTC Travel Mart, peningkatan ini sejalan dengan perekonomian nasional yang bertumbuh. “Minat orang Indonesia untuk jalan-jalan itu masih bagus, daya belinya cukup tinggi,” kata Tedjo.

Peningkatan kepesertaan itu juga dipicu oleh reputasi TTC Travel Mart yang kian menggema di kalangan buyers dan sellers. TTC Travel Mart yang kali pertama digelar pada 2005 itu dinilai efektif untuk memperluas jaringan bisnis plus meningkatkan penjualan. Setidaknya itu diakui oleh Meiga, Sales Supervisor Asian Links, yang telah mengikuti kegiatan ini selama 25 kali.

“Acara ini salah satu cara kita menjalin relasi bisnis dan memperkenalkan produk-produk baru kami kepada travel agent, dan itu mendapat respons positif dari pasar,” kata Meiga.

Lebih lanjut Tedjo menjelaskan, banyaknya repeater sellers yang mengikuti kegiatan ini merupakan bukti bahwa TTC Travel Mart efektif untuk mendongkrak penjualan. “Apabila tak ada invoice, mereka pasti tidak akan ikut lagi,” ujar Tedjo.

Selain repeater sellers, perhelatan TTC Travel Mart 2018 juga menghadirkan 50 sellers baru. Salah satunya adalah Bhutan ID Tours & Track, biro perjalanan yang menawarkan paket wisata ke kawasan pegunungan Himalaya.

“Ini acara yang besar dan tepat untuk meningkatkan jumlah orang Indonesia ke Bhutan. Pengunjung antusias. Hari ini kami mendapatkan lebih dari 200 kartu nama,” kata Karma Tsering dari Bhutan ID Tours & Track.

Menurut Karma, Buthan ID Tours & Track merupakan satu-satunya biro perjalanan asal Bhutan yang hadir di Indonesia. “Kami melihat pasar Indonesia berkembang. Turis yang kami tangani pada tahun lalu (2017) hampir mencapai 200 orang, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2016 yang hanya berjumlah 50 orang,” katanya.

Penulis: Bayu Hari