Muslim Life Fest Hadirkan Zona Khusus Perdagangan Internasional

Friday, 12 August 22 Bonita Ningsih

Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) bekerja sama dengan PT Lima Event Indonesia (Lima Events) akan menyelenggarakan Indonesia Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) kedua di Indonesia Convention Exhibition BSD (ICE BSD). Event bisnis produk halal dan industri syariah ini akan segera diselenggarakan pada  26-28 Agustus 2022.

“Setelah tahun 2019 kami berhasil menggelar Muslim Life Fest pertama, di tahun ini kami mencoba menyelenggarakan acara kedua di ICE BSD. Kami akan menghadirkan 298 booth dari 12 kategori produk halal dan islami,” kata Direktur Lima Events, Deddy Andu, saat konferensi pers di Jakarta.

Acara ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kementerian Koordinator Perekonomian, Bank Indonesia (BI), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pameran ini juga sekaligus menjadi bagian dari event road to “Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)” 2022.

Berbeda dari sebelumnya, penyelenggaraan Muslim Life Fest tahun ini akan menghadirkan sesuatu yang baru berupa Muslim Life Trade. Ini menjadi sebuah zona khusus perdagangan ekspor produk halal Indonesia ke sejumlah negara yang dihadirkan selama Muslim Life Fest 2022 berlangsung.

BACA JUGA:   Momentum Kebangkitan Industri E-commerce Indonesia

“Ini menjadi sesuatu yang baru di sini, kalau biasanya Muslim Life Fest itu merupakan pameran B2C sedangkan Muslim Life Trade itu pameran B2B. Keduanya akan hadir secara bersamaan dan Muslim Life Trade akan menjadi zona khusus internasional,” ucap Deddy.

Muslim Life Trade akan menghadirkan 30 exhibitor dari sembilan negara yaitu Indonesia, Malaysia, Jepang, Thailand, Algeria, Iran, Sudan, Sri Lanka, dan juga Tunisia. Sedangkan, untuk buyer yang sudah konfirmasi hadir sebanyak 650 orang dari beberapa negara seperti Bahrain, Pakistan, Jepang, hingga Malaysia. 

“Dalam acara ini, kami juga akan menggelar seminar, workshop, hingga diskusi pengembangan industri halal dan syariah di Indonesia. Kami akan undang pembicara dari luar negeri, investor, lembaga keuangan syariah dari luar negeri untuk melihat potensi industri halal di Indonesia,” ungkap Rachmat Marpaung, Ketua Umum KPMI.

Dengan demikian, Muslim Life Trade, diharapkan dapat menjadi cikal bakal untuk mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk halal terbesar di dunia. Hal ini sejalan dengan arahan Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin, yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen produk halal di dunia. 

BACA JUGA:   Banten MICE Forum Jadikan Banten sebagai Destinasi MICE Dunia

“Muslim Life Trade juga menjadi impian kita semua agar Indonesia memiliki pameran halal yang besar,” Rachmat menambahkan.

Deputi Direktur Akselerasi dan Kemitraan Usaha Syariah KNEKS, Achmad Iqbal, mengatakan bahwa untuk menyukseskan keinginan Wapres dibutuhkan sebuah acara besar seperti Muslim Life Trade. Dengan adanya acara seperti ini, akan membantu produk halal Indonesia untuk berada di perdagangan internasional.

“Ditambah dengan bahan baku halal di Indonesia itu banyak banget, jadi, saya yakin Indonesia sudah siap untuk menjadi produsen produk halal dunia. Pemerintah juga sudah sangat serius untuk mengeluarkan peraturan pembentukan kawasan industri halal sehingga produsen yang ingin buka pabrik akan lebih mudah memproduksi produknya,” jelas Iqbal.

Keseriusan Indonesia untuk mewujudkan hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan peringkat di pasar produk halal dunia. Data dari The State of The Global Islamic Economy Report 2020-2021, menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-4 di global Islamic indicator. 

“Tahun sebelumnya, kita berada di peringkat lima. Kalau setiap tahun kita naik peringkat, bisa saja di tahun 2024 kita bisa berada di posisi pertama dan mewujudkan cita-cita dari Pak Wapres,” ujarnya lagi.

BACA JUGA:   Perebutan Tiket Final DBL Seri DKI Jakarta di Indonesia Arena Dimulai

Untuk melengkapi acara Muslim Life Trade, pihak penyelenggara akan mengajak sejulah buyer yang hadir untuk berkunjung ke destinasi ramah muslim dan industri halal di Bali. Nantinya, para buyer akan diajak berkeliling untuk melihat langsung potensi industri pengolahan limbah, kebun kopi, dan pertanian di Bali. 

“Ini agenda yang telah kami rencanakan setelah acara Muslim Life Trade selesai. Kami pilih Bali untuk kembali menggairahkan wisata di sana,” kata Rachmat lagi.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Muslim Life Fest dan Muslim Life Trade dapat membeli tiket secara online melalui https://muslimlifeshop.com dengan harga Rp25.000 per orang. Selama tiga hari pelaksanaan, pameran ini akan dibuka pada pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.