Tomohon International Flower Festival (TIFF) kembali digelar untuk ke-13 kalinya pada tanggal 8 hingga 12 Agustus 2025 di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara. Event berskala internasional ini merupakan persembahan dari Pemerintah Kota Tomohon, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh elemen masyarakat daerah.
Sebagai event internasional, TIFF, mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI). Hal ini terbukti dengan masuknya TIFF ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Dengan demikian, TIFF telah menjadi bagian dari KEN selama empat tahun berturut-turut dan memperkuat posisinya sebagai event berkualitas.
“Ada semangat kolaboratif yang tercipta dalam festival ini dan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam pengembangan event unggulan daerah,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dalam siaran persnya.
Setiap tahunnya, Tomohon International Flower Festival menampilkan keindahan bunga dalam balutan parade kendaraan hias yang dibawakan oleh para peserta dari dalam maupun luar negeri. Beberapa agenda lainnya yang juga dihadirkan dalam TIFF adalah karnaval bunga hingga pameran yang mengangkat potensi dan kekayaan alam lokal serta melibatkan segala elemen masyarakat.
Peserta berasal dari masyarakat umum, komunitas seni, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta baik dalam maupun luar negeri. Adapun sejumlah negara yang berpartisipasi berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Turki, Albania, dan Filipina.
“Ini menjadikan TIFF sebagai sebuah panggung yang inklusif dan terbuka bagi siapapun yang berkontribusi dalam promosi pariwisata melalui karya seni. TIFF juga telah menciptakan multiplier effect yang berdampak bagi masyarakat langsung,” jelasnya lagi.
Beberapa agenda utama yang dihadirkan pada TIFF 2025 adalah Tourism Trade and Floriculture Expo, Kongres Citynet Chapter Indonesia, serta Diplomatic Tour. Ada juga parade 30 float flower dan karnival busana berhiaskan bunga segar yang dipadukan dengan seni dan desain inovatif. Karnival ini melewati jalur protokol Kota Tomohon dan berakhir di Stadion Babe Palar.

Bunga sendiri telah menjadi identitas Kota Tomohon. Seluruh bunga yang ditampilkan dalam parade berasal dari para petani yang ada di Kota Tomohon dan para dekorator juga berasal dari Kota Tomohon.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mengatakan terdapat ribuan bunga yang dihadirkan dalam festival ini dengan melibatkan banyak pihak di dalamnya. Hal ini membuktikan kekuatan kolaborasi antara petani, pelaku pariwisata, dan pemerintah daerah.
Yulius berharap sinergitas ini dapat terus diperkuat agar para petani bunga di daerahnya bisa mendapatkan akses teknologi dan pasar internasional. Tak hanya itu, pelaku ekonomi kreatif daerah Tomohon juga bisa mendapatkan pelatihan branding serta infrastruktur pendukung terintegrasi.
“Ini adalah tonggak penggerak pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan festival ini sebagai daya tarik wisata. Kita dorong peningkatan kunjungan mancanegara, perluasan lapangan kerja, serta pertumbuhan UMKM berbasis budaya lokal,” ucap Yulius.
Sementara itu, Kemenpar juga menunjukkan partisipasinya dengan menjadi peserta parade flower float di TIFF 2025. Kemenpar menghadirkan budaya ikonik dari Tanah Riau yaitu pacu jalur, sebuah perlombaan perahu tradisional yang bukan hanya adu cepat tetapi juga simbol kekompakan, semangat kolektif, dan warisan budaya.
“Semoga festival ini terus tumbuh sebagai simbol kebanggaan Indonesia. Dari Tomohon kita kirim pesan kepada dunia, inilah Indonesia indah dalam keberagaman, kuat dalam sinergi, besar dalam budaya,” ujar Menpar.




