Jakarta, VenueMagz.com – Singapore Polytechnic, melalui Team S50, memaparkan konsep acara bertajuk Blueprint 2027 dalam kompetisi Asia MICE Youth Challenge 2025 yang berlangsung di JIExpo Convention Center & Theatre, Jakarta, 6 November 2025 lalu.
Presentasi ini menjadi salah satu yang paling diperhatikan karena mengangkat isu strategis mengenai masa depan ocean economy Asia, konservasi laut, dan peluang industri MICE dalam mempertemukan inovasi dengan urgensi lingkungan.
Sebagai peserta kedua yang mewakili Singapura, Team S50 Singapore Polytechnic mengajukan pertanyaan mendasar kepada industri: bagaimana Asia bisa terus mengandalkan ekonomi maritim, sementara hampir 50 persen populasi spesies laut mengalami penurunan drastis?
Melalui Blueprint 2027, tim ini menyoroti ketimpangan antara pesatnya pertumbuhan sektor maritim dan lemahnya pendanaan untuk konservasi, terutama SGD 14 (Life Below Water) yang masih kekurangan dana sekitar US$175 miliar per tahun.
Konsep Blueprint 2027 yang dibawa Singapore Polytechnic tak hanya menyajikan program konferensi, tetapi juga memotret kontradiksi ekonomi biru Asia. Industri maritim global menyumbang ekspor senilai US$2,2 triliun dan mendukung 600 juta lapangan kerja, namun sekaligus menyumbang 11 persen emisi dunia.
Di titik inilah, menurut Team S50, sektor MICE dapat menjadi ruang kolaboratif yang menghubungkan pemerintah, peneliti, perusahaan teknologi, hingga lembaga konservasi untuk memperbaiki arah kebijakan laut di kawasan Asia Pasifik.
Blueprint 2027: Membaca Realitas di Balik Angka-Angka Laut Asia
Presentasi Team S50 tidak digerakkan oleh retorika, melainkan susunan data yang menunjukkan bahwa keruntuhan ekosistem laut bukan prediksi, tapi proses yang sedang berjalan.
Mereka menyoroti tenggat-tenggat ekologis yang semakin pendek, terutama di Asia Tenggara yang menampung sebagian besar biodiversitas laut dunia.
Di sisi lain, industri ocean economy terus melaju sebagai salah satu penggerak ekonomi Asia. Di antara paradoks itulah Blueprint 2027 diposisikan sebagai forum B2B regional yang menghubungkan inovasi, kebijakan, dan konservasi.
Mengapa Singapura?
Team S50 menguraikan alasan pemilihan Singapura sebagai lokasi acara pada 7-10 Juni 2027 di Resorts World Convention Centre. Negara itu dinilai punya tiga modal utama:
Nonton full video presentasi di https://youtu.be/UkSA8RVGAz0
- Infrastruktur MICE kelas dunia
Singapura dikenal sebagai hub event internasional dengan ekosistem industri yang kuat, konektivitas tinggi, dan akses yang mudah bagi peserta Asia. - Kapasitas riset dan konservasi
Dari Singapore Oceanarium hingga Sisters’ Island Marine Park, fasilitas riset dan konservasi laut menjadi bukti komitmen jangka panjang. - Akses pada Coral Triangle
Kawasan laut paling kaya di dunia, yang menjadi fokus konservasi regional. Untuk alasan ini rasanya hanya klaim mereka semata, faktanya Indonesia yang paling kaya soal ini.
Dengan basis ini, Blueprint 2027 dirancang sebagai ruang temu bagi peneliti, pembuat kebijakan, operator pelabuhan, jurnalis, startup teknologi, dan investor.
Tiga Pilar Konsep: Transform, Innovate, Conserve
Tim S50 menyusun acara melalui tiga pilar yang saling mengikat:
1. Transform
Mengurai isu polusi maritim, tata kelola laut, serta harmonisasi hukum internasional.
2. Innovate
Mendorong pemanfaatan teknologi seperti energi terbarukan berbasis laut, AI untuk pemantauan laut, dan material ramah lingkungan.
3. Conserve
Menghadirkan sesi pemulihan habitat, rekayasa terumbu karang, hingga workshop kolaboratif lintas negara.
Konferensi berlangsung paralel di tiga ruang, sementara pameran dilengkapi inovasi dari berbagai negara Asia.
Dan salah satu komponen penting adalah kegiatan lapangan. Peserta dapat mengunjungi laboratorium riset, pusat konservasi, hingga lokasi konservasi Sister’s Island Marine Park. Team S50 menyebutnya sebagai experiential learning, cara belajar yang memberi pemahaman pada skala nyata, di luar slide presentasi.
Pendanaan dan Ekspansi: Membaca Tantangan Industri
Ketika juri mempertanyakan kelayakan pendanaan, S50 menjawab tanpa ragu. Edisi pertama Blueprint 2027 diproyeksikan merugi sekitar 5 persen karena biaya branding dan kemitraan, namun pada edisi kedua ditargetkan mencapai titik impas. Tahun ketiga dan keempat direncanakan ekspansi ke ASEAN hingga Asia Pasifik.
Pendanaan akan diupayakan melalui hibah pemerintah Singapura, kerja sama dengan perusahaan yang beroperasi di sektor maritim, serta penawaran sponsorship jangka panjang.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa tim memahami dinamika industri event bukan hanya dari sisi kreativitas, tetapi juga dari realitas bisnisnya.
MICE sebagai Ruang Advokasi Ekologi
Ide yang dibawa Singapore Polytechnic mencerminkan tren global baru bahwa industri MICE bukan hanya penyelenggara acara, tetapi platform advokasi berbasis data.
Blueprint 2027 menawarkan pendekatan struktural terhadap masalah laut, menghubungkan inovasi, regulasi, dan konservasi dalam satu forum.
Di tengah kompetisi yang diikuti kampus-kampus MICE dari seluruh Asia, konsep ini menonjol karena membawa isu besar dalam format acara yang realistis, terukur, dan dapat diperluas secara regional. Tak heran tim ini meraih runner up 1 (juara 2) pada ajang Asia MCE Youth Challenge 2025 Indonesia.





