BerandaFeatureIndustri MICE Menunggu Uluran Tangan Pemerintah

Industri MICE Menunggu Uluran Tangan Pemerintah

Published on

spot_img

MICE merupakan salah satu industri yang penting karena memberikan dampak besar pada bidang perekonomian. Menurut data dari Oxford Economics, belanja langsung yang dilakukan oleh industri MICE adalah sebesar US$6,3 miliar, sementara sumbangan pada PDB langsung adalah sebesar US$3 miliar.

Industri MICE juga turut berkontribusi menciptakan lapangan kerja. Jumlah tenaga kerja yang terserap pada sektor ini adalah sebanyak 104 orang, dengan total peserta sebanyak 21,4 juta dan rerata pengeluaran sebesar US$296.

BACA JUGA:  Formula 1 Dorong Kunjungan Turis ke Malaysia dan Singapura

Adanya wabah COVID-19 yang melanda dunia pada saat ini sangat memukul industri MICE dan pariwisata. Tercatat hingga 26 Maret 2020 sebanyak 198 negara sudah terdampak penyebaran virus corona, termasuk Indonesia. 

Kejadian ini telah memaksa pemerintah di negara terdampak mengeluarkan kebijakan untuk melindungi warganya, antara lain berupa pembatasan perjalanan, melarang acara yang mengumpulkan orang banyak, hingga melakukan lock down sehingga banyak pelaku industri MICE menunda event yang akan diselenggarakan, bahkan ada yang membatalkan.

BACA JUGA:  Strategi Les Clefs d’Or Indonesia Memenangkan Bidding Kongres Internasional

Salah satu PEO (Professional Event Organizer) yang terdampak adalah Dyandra Promosindo. Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengatakan, pada tahun 2020 Dyandra seharusnya menggelar 22 event besar. Namun, dengan adanya wabah corona terpaksa membatalkan sebagian acaranya.

Penundaan dimulai pada awal Maret 2020, yaitu pameran IFEX (Indonesia Furniture Expo) yang harusnya diselenggarakan pada 12-15 Maret 2020. “Kemudian pameran IIMS. Ini pertama kali kami menundanya. Selanjutnya, ada travel fair dan pameran wedding, serta ada beberapa event yang kami evaluasi karena melibatkan banyak orang asing, seperti IPA (Indonesian Petroleum Association) dan Jagabumi. Belum keputusan final, tetapi 25 persen di-postpone,” ujar Hendra Noor Saleh.  

BACA JUGA:  PROJEK-D Vol.4 Siap Digelar, Targetkan 20 Ribu Pengunjung Selama Dua Hari

Hendra menambahkan, pada kondisi seperti ini perhitungan bisnis menjadi nomor dua. “Kalau kami memaksakan mengadakan event, pasti bisa terselenggara, apalagi kami punya legal standing dengan para calon tenant untuk tetap melaksanakan. Namun, kalau kami memaksakan event berjalan, pertama risikonya sepi, dan yang kedua adalah risiko pada keselamatan dan keamanan pengunjung,” jelasnya.

The Papandayan Jazz Fest 2026 Targetkan 4.000 Pengunjung Selama Dua Hari

Jakarta, Venuemagz.com - The Papandayan Jazz Fest (TPJF) kembali digelar untuk ke-11 kalinya pada...

The Papandayan Jazz Fest Kembali Digelar, Ini Line Up Musisinya

Jakarta, Venuemagz.com - The Papandayan Jazz Fest (TPJF) akan kembali hadir untuk ke-11 kalinya...

Noema Gili Trawangan Terapkan Konsep Ramah Lingkungan Jelang Pembukaan

LOMBOK, Venuemagz.com – Menjelang pembukaannya pada 23 Oktober 2026, Noema Gili Trawangan dari JHL...

IFMAC WOODMAC 2026 Siap Digelar, Hadirkan Teknologi Furnitur hingga Festival Desain 

Jakarta, Venuemagz.com - PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI) bersama PT. Nine Koeln Indonesia kembali...

Jatim Park Group Bangun Kompleks Sport Center dan MICE Berkapasitas 4.000 Orang

Batu, Venuemagz.com -- Jatim Park Group siap memperluas imperium bisnis pariwisatanya dengan membangun sebuah...

Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 Hadirkan 115 Brand

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi dibuka di Jakarta International...

Nongkrong Satu Jam Lebih Lama di Ruang Kreatif 25/7

Jakarta, Venuemagz.com — Dyandra Promosindo menghadirkan sebuah event baru bernama 25/7 (Twenty Five Seven)....