Pariwisata Berkelanjutan Jangan Hanya Sekadar Wacana

Friday, 17 January 20 Herry Drajat
International Conference on Sustainable Tourism
Wisatawan asing sedang menanam mangrove pada acara TIME 2012 di Lampung. Foto: Venuemagz/Wildan

Konsep sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan) tidak hanya berguna untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya lokal, tapi juga dapat membantu menghasilkan lapangan pekerjaan di masa depan bagi masyarakat setempat. Sisi positif pariwisata berkelanjutan adalah untuk memastikan kebijaksanaan tersebut menciptakan pengalaman yang positif bagi pelaku bisnis wisata dan wisatawannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Paolo Randone, General Manager Wyndham Casablanca Jakarta, dalam acara diskusi bertajuk “Environmental Sustainability in The Tourism Industry (Every Small Action Count)” yang diadakan oleh Jakarta Chief Marketing Officer (CMO) Club, komunitas yang diinisiasi oleh pakar marketing sekaligus Founder & Chairman MarkPlus, Inc., Hermawan Kartajaya.

Acara yang diadakan pada 15 Januari 2020 di Wyndham Casablanca Jakarta ini dihadiri oleh anggota CMO Club yang terdiri petinggi perusahaan, mulai dari direktur marketing sampai CEO dari berbagai sektor industri, juga dihadiri oleh asosiasi yang berhubungan dengan industri wisata, seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), Jakarta Tourism Forum (JTF), AELI (Asosiasi Experiential Learning Indonesia), dan GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia).

Paolo juga menceritakan pengalaman Wyndham Hotel & Resort dalam melaksanakan program pariwisata yang berkelanjutan. Menurut Paolo, konsep sustainable terdiri dari tiga pilar, yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial. Sustainable berfokus pada pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jika suatu kegiatan atau produk tidak dapat bertahan, berarti tidak sustainable.

Dalam perkembangannya, industri pariwisata juga mulai sadar untuk berkontribusi dan terlibat secara penuh pada kegiatan pelestarian lingkungan sehingga terciptalah program pariwisata berkelanjutan, selain karena semakin tingginya kesadaran wisatawan akan kesehatan serta pelestarian lingkungan.

Halaman : 12

Konsep sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan) tidak hanya berguna untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya lokal, tapi juga dapat membantu menghasilkan lapangan pekerjaan di masa depan bagi masyarakat setempat. Sisi positif pariwisata berkelanjutan adalah untuk memastikan kebijaksanaan tersebut menciptakan pengalaman yang positif bagi pelaku bisnis wisata dan wisatawannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Paolo Randone, General Manager Wyndham Casablanca Jakarta, dalam acara diskusi bertajuk “Environmental Sustainability in The Tourism Industry (Every Small Action Count)” yang diadakan oleh Jakarta Chief Marketing Officer (CMO) Club, komunitas yang diinisiasi oleh pakar marketing sekaligus Founder & Chairman MarkPlus, Inc., Hermawan Kartajaya.

Acara yang diadakan pada 15 Januari 2020 di Wyndham Casablanca Jakarta ini dihadiri oleh anggota CMO Club yang terdiri petinggi perusahaan, mulai dari direktur marketing sampai CEO dari berbagai sektor industri, juga dihadiri oleh asosiasi yang berhubungan dengan industri wisata, seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), Jakarta Tourism Forum (JTF), AELI (Asosiasi Experiential Learning Indonesia), dan GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia).

Paolo juga menceritakan pengalaman Wyndham Hotel & Resort dalam melaksanakan program pariwisata yang berkelanjutan. Menurut Paolo, konsep sustainable terdiri dari tiga pilar, yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial. Sustainable berfokus pada pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jika suatu kegiatan atau produk tidak dapat bertahan, berarti tidak sustainable.

Dalam perkembangannya, industri pariwisata juga mulai sadar untuk berkontribusi dan terlibat secara penuh pada kegiatan pelestarian lingkungan sehingga terciptalah program pariwisata berkelanjutan, selain karena semakin tingginya kesadaran wisatawan akan kesehatan serta pelestarian lingkungan.