BerandaFeatureIndustri MICE Menunggu Uluran Tangan Pemerintah

Industri MICE Menunggu Uluran Tangan Pemerintah

Published on

spot_img

Dukungan Pemerintah

Dengan adanya krisis global ini, industri MICE membutuhkan dukungan dari pemerintah. Tidak hanya bagi para PEO, tapi juga pada sektor yang terkait, seperti pemilik venue dan perusahaan pendukung lainnya.

“Saya lihat pada semester satu penurunan sampai pada angka 75 persen, dan ini adalah pukulan telak untuk industri MICE. Tentunya kami akan berusaha tetap untuk survive, tetapi kami sangat berharap pada pemerintah. Apa pun bentuknya, support dari pemerintah akan sangat berarti,” ujar Hendra.

BACA JUGA:  KASKUS dan Dyandra Promosindo Terima Penghargaan The Most Experiential Brand Activation Award 2017

Pemerintah saat ini memasukkan industri MICE dalam pengembangan ekonomi nasional karena sektor ini dapat mendukung pengembangan investasi, industri, perdagangan, serta keilmuan, terutama konferensi dan pameran. Berbeda dengan pariwisata yang ke arah leisure, pengunjung event MICE adalah pebisnis atau korporat dan asosiasi.

Rizky Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, “Pemerintah sangat prihatin dan memikirkan bagaimana industri MICE dan pariwisata bisa survive di tahun ini dan dapat dikembangkan lagi pada tahun-tahun berikutnya. Yang kami letakkan di depan adalah kesehatan dan keselamatan,” kata Rizky Handayani.

BACA JUGA:  Blueprint 2027 dari Singapore Polytechnic Ajak Asia Selamatkan Laut Melalui Konferensi

Rizky menambahkan, Presiden dan menteri sudah berkali-kali rapat, bukan hanya membahas mengenai masalah kesehatan, tetapi bagaimana memberikan dukungan pada industri di semua sektor. “Yang sakit bukan Indonesia, tetapi market-nya,” ujar Rizky.

“Dalam waktu dekat akan ada kebijakan-kebijakan pemerintah terkait masalah itu,” ujar Rizky.

Rizky mengakui sudah memberikan masukan pada Presiden mengenai strategi yang disiapkan untuk mendukung sektor pariwisata dan MICE pada saat kritis ini. Langkah-langkah yang disiapkan pertama-tama adalah mengurangi promosi luar negeri terlebih dahulu dan berkonsentrasi pada penanganan masalah kesehatan masyarakat.

The Papandayan Jazz Fest 2026 Targetkan 4.000 Pengunjung Selama Dua Hari

Jakarta, Venuemagz.com - The Papandayan Jazz Fest (TPJF) kembali digelar untuk ke-11 kalinya pada...

The Papandayan Jazz Fest Kembali Digelar, Ini Line Up Musisinya

Jakarta, Venuemagz.com - The Papandayan Jazz Fest (TPJF) akan kembali hadir untuk ke-11 kalinya...

Noema Gili Trawangan Terapkan Konsep Ramah Lingkungan Jelang Pembukaan

LOMBOK, Venuemagz.com – Menjelang pembukaannya pada 23 Oktober 2026, Noema Gili Trawangan dari JHL...

IFMAC WOODMAC 2026 Siap Digelar, Hadirkan Teknologi Furnitur hingga Festival Desain 

Jakarta, Venuemagz.com - PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI) bersama PT. Nine Koeln Indonesia kembali...

Jatim Park Group Bangun Kompleks Sport Center dan MICE Berkapasitas 4.000 Orang

Batu, Venuemagz.com -- Jatim Park Group siap memperluas imperium bisnis pariwisatanya dengan membangun sebuah...

Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 Hadirkan 115 Brand

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi dibuka di Jakarta International...

Nongkrong Satu Jam Lebih Lama di Ruang Kreatif 25/7

Jakarta, Venuemagz.com — Dyandra Promosindo menghadirkan sebuah event baru bernama 25/7 (Twenty Five Seven)....