BerandaHotelASTON Priority Simatupang Gelar Kegiatan Melukis Batik Betawi Menggunakan Kopi

ASTON Priority Simatupang Gelar Kegiatan Melukis Batik Betawi Menggunakan Kopi

Published on

spot_img

Setiap tanggal 2 Oktober masyarakat Indonesia merayakan hari Batik Nasional sebagai bentuk apresiasi salah satu warisan budaya bangsa. Indonesia sendiri telah memiliki beragam corak atau motif batik yang berbeda-beda sesuai dengan daerah khas masing-masing.

Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk merayakan hari batik, seperti halnya yang dilakukan ASTON Priority Simatupang. Tepat pada 2 Oktober 2022, hotel bintang 4 ini merayakan hari batik dengan cara belajar melukis motif batik.

ASTON Priority Simatupang mengajak pengunjung hotel untuk belajar melukis motif batik Betawi dengan cara yang unik. Cara melukisnya dengan menggunakan pewarna berbahan kopi untuk mengurangi limbah dari pewarna kimia. 

BACA JUGA:  Arion Swiss-belhotel Lakukan Rebranding Menjadi Arion Suites Hotel Bandung

Lukisan Batik dibuat menggunakan pewarna dari kopi bubuk kemasan yang dicairkan. Kopi juga merupakan bahan yang mudah ditemukan dan bernilai ekonomis serta ramah lingkungan. Bahkan, menghirup aroma kopi saat melukis dapat memberikan efek menenangkan pada tubuh sehingga menurunkan tingkat stress seseorang.

“Selain mengurangi limbah pewarna kimia, kopi dipilih karena aman digunakan bagi anak-anak maupun dewasa saat melukis. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan pengalaman yang berkesan untuk para  tamu hotel,” ungkap Andi Gevika Rizki, General Manager ASTON Priority Simatupang Hotel & Conference Center.

BACA JUGA:  Topotels Tambah 8 Hotel Baru di 2018

Kegiatan melukis ini dipandu Armain, seorang pelukis dari anggota Komunitas Pelukis dan Pekerja Seni Indonesia (KOPPI) yang bersekretariat di Desa Seni Taman Mini Indonesia Indah. Armain mengajarkan para peserta yang sebelumnya sudah melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan pihak hotel.  

Motif Batik Betawi yang dipilih dalam kegiatan ini adalah Motif Batik Ciliwung Condet. Motif ini memiliki ciri khas berbentuk kembang kelapa dan kembang salak yang merepresentasikan kearifan lokal kawasan Condet. 

BACA JUGA:  Sop Buntut Jadi Menu Unggulan di Quba Ramadan Pop-Up Resto 

“Lukisan batik ini mewakili dari suara warga Ciliwung Condet yang terdampak oleh sampah hingga luapan banjir dari sungai Ciliwung. Selain itu, melalui karya ini, saya berharap semua orang semakin bangga dengan produk-produk yang bercerita kearifan lokal, serta identitas dari kawasan Condet akan semakin dikenal lebih luas,” jelas Armain.

Seluruh peserta telah berhasil melukis batik dengan kopi yang seluruh peralatannya disediakan oleh pihak hotel. Setelah selesai melukis batik, para peserta berhak membawa pulang hasil karyanya secara gratis.

spot_img

Lima Pengalaman Premium di South West Australia, dari Bertemu Lumba-Lumba Hingga Berburu Truffle

Jakarta, Venuemagz.com — Di tengah tren perjalanan berbasis pengalaman, South West Australia muncul sebagai...

Artotel Sanur Bali Rayakan Ulang Tahun Ke-10 Lewat Aksi Sosial

Bali, Venuemagz.com – ARTOTEL Sanur Bali memasuki usia 10 tahun dengan cara yang berkesan:...

Konser Kahitna dan Aldi Taher Meriahkan Satu Dekade Buttonscarves

Jakarta, Venuemagz.com - Brand fashion asal Asia Tenggara, Buttonscarves, merayakan ulang tahun ke-10 dengan...

Debat EO Membuka Batas: Antara Profesionalisme dan Praktik Pemain Proyek

Jakarta, Venuemagz.com -- Perdebatan antara Ketua Backstagers Indonesia Andro dan ekonom Said Didu tak...

Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Kampung Ramadan

Manhattan Hotel Jakarta mempersembahkan Kampung Ramadan bagi para tamu yang ingin berbuka puasa selama...

Conrad Bali Lakukan Renovasi Kura Kura Kids Club

Conrad Bali baru menyelesaikan renovasi terkait salah satu fasilitas yang dimilikinya yaitu Kura Kura...

Hotel TRIBE Pertama Hadir di Bali

TRIBE, bagian dari Ennismore, sebuah merek gaya hidup global yang kolektif, telah membuka hotel...