ASTON Priority Simatupang Gelar Kegiatan Melukis Batik Betawi Menggunakan Kopi

Monday, 03 October 22 Bonita Ningsih

Setiap tanggal 2 Oktober masyarakat Indonesia merayakan hari Batik Nasional sebagai bentuk apresiasi salah satu warisan budaya bangsa. Indonesia sendiri telah memiliki beragam corak atau motif batik yang berbeda-beda sesuai dengan daerah khas masing-masing.

Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk merayakan hari batik, seperti halnya yang dilakukan ASTON Priority Simatupang. Tepat pada 2 Oktober 2022, hotel bintang 4 ini merayakan hari batik dengan cara belajar melukis motif batik.

ASTON Priority Simatupang mengajak pengunjung hotel untuk belajar melukis motif batik Betawi dengan cara yang unik. Cara melukisnya dengan menggunakan pewarna berbahan kopi untuk mengurangi limbah dari pewarna kimia. 

BACA JUGA:   TAUZIA Hotels Sumbangkan APD Senilai Rp29 Juta

Lukisan Batik dibuat menggunakan pewarna dari kopi bubuk kemasan yang dicairkan. Kopi juga merupakan bahan yang mudah ditemukan dan bernilai ekonomis serta ramah lingkungan. Bahkan, menghirup aroma kopi saat melukis dapat memberikan efek menenangkan pada tubuh sehingga menurunkan tingkat stress seseorang.

“Selain mengurangi limbah pewarna kimia, kopi dipilih karena aman digunakan bagi anak-anak maupun dewasa saat melukis. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan pengalaman yang berkesan untuk para  tamu hotel,” ungkap Andi Gevika Rizki, General Manager ASTON Priority Simatupang Hotel & Conference Center.

BACA JUGA:   Radisson Akan Hadir Di Medan

Kegiatan melukis ini dipandu Armain, seorang pelukis dari anggota Komunitas Pelukis dan Pekerja Seni Indonesia (KOPPI) yang bersekretariat di Desa Seni Taman Mini Indonesia Indah. Armain mengajarkan para peserta yang sebelumnya sudah melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan pihak hotel.  

Motif Batik Betawi yang dipilih dalam kegiatan ini adalah Motif Batik Ciliwung Condet. Motif ini memiliki ciri khas berbentuk kembang kelapa dan kembang salak yang merepresentasikan kearifan lokal kawasan Condet. 

“Lukisan batik ini mewakili dari suara warga Ciliwung Condet yang terdampak oleh sampah hingga luapan banjir dari sungai Ciliwung. Selain itu, melalui karya ini, saya berharap semua orang semakin bangga dengan produk-produk yang bercerita kearifan lokal, serta identitas dari kawasan Condet akan semakin dikenal lebih luas,” jelas Armain.

BACA JUGA:   Teraskita Hotel Jakarta Tawarkan Promo Natal dan Intimate Wedding

Seluruh peserta telah berhasil melukis batik dengan kopi yang seluruh peralatannya disediakan oleh pihak hotel. Setelah selesai melukis batik, para peserta berhak membawa pulang hasil karyanya secara gratis.