HHI dan OYO Siapkan Tempat Singgah Pejuang Medis

Monday, 04 May 20 Bonita Ningsih

Tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19 perlu diperhatikan kesehatannya agar terhindar dari penularan virus tersebut. Oleh karenanya, diperlukan berbagai bantuan bagi para tenaga medis dan dokter agar mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

Selain Alat Pelindung Diri (APD) dan asupan gizi, hal lain yang dibutuhkan para tenaga medis adalah tempat tinggal sementara untuk beristirahat. Pasalnya, banyak tenaga medis yang memilih untuk tidak pulang ke rumahnya lantaran takut membawa virus tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya, banyak di antara mereka yang terpaksa beristirahat di rumah sakit dengan fasilitas seadanya.

Melihat kondisi tersebut, Habitat for Humanity Indonesia (HHI) tergerak untuk ikut menjadi bagian dari solusi dengan meluncurkan program Tempat Singgah Pejuang Medis. Dalam hal ini, HHI menggandeng OYO Hotels & Homes Indonesia sebagai mitra penyedia akomodasi untuk tempat tinggal sementara para tenaga medis dan dokter. Memiliki jaringan hotel yang tersebar di lebih dari 100 kota di Indonesia, OYO diharapkan dapat menyediakan tempat istirahat yang layak dan nyaman bagi para tenaga medis.

Susanto, Direktur Nasional HHI, mengatakan bahwa saat ini tenaga medis sangat membutuhkan tempat istirahat yang nyaman untuk melepas lelah usai bekerja. Penyediaan tempat singgah ini juga dapat memperkecil penyebaran COVID-19 karena para tenaga medis tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke rumahnya.

Dalam program ini, HHI mengumpulkan dana dari CSR perusahaan dan masyarakat (crowdfunding) yang ikut serta berdonasi secara daring. HHI membuka donasi melalui kitabisa.com, benihbaik.com, dan membuat menu khusus donasi di aplikasi DANA yang dapat diakses oleh umum.

Seluruh donasi yang terkumpul akan dialokasikan untuk penyediaan kamar hotel gratis dari OYO Hotels & Homes Indonesia. OYO akan menyediakan kamar untuk 500 hingga 600 tenaga medis yang bekerja di lima rumah sakit rujukan pemerintah dalam penanganan COVID-19.

Halaman : 12