Jawara Siapkan Rp25 Miliar Untuk PHRI

Friday, 11 March 22 Harry
Jaring Pangan Indonesia

Sektor perhotelan merupakan salah satu industri yang paling terdampak pandemi COVID-19. Pasalnya, jumlah tamu yang bepergian dan menginap di hotel menurun selama pandemi ini. Untuk mengurangi pengeluaran, beberapa hotel bahkan ada yang merumahkan karyawannya atau bekerja secara bergantian.

Untuk memberikan ketahanan ekonomi serta memberikan pemasukan tambahan bagi karyawan hotel dan restoran, PHRI bekerja sama dengan Jaring Pangan Indonesia mengadakan program Jawara.  

Deddy Effendi, Head Communication & Business Jaring Pangan Indonesia, mengatakan, program ini bertujuan agar seluruh karyawan hotel dan restoran anggota PHRI bisa memiliki memiliki usaha sendiri.

“Ini program sosial untuk memberikan penghasilan tambahan sehingga mereka punya ketahanan ekonomi. Mereka bisa memaksimalkan ruang dan orang-orang di rumah untuk menjual ini. Keuntungan dari penjualan tersebut 100 persen untuk mereka,” ujar Deddy.

BACA JUGA:   HIG Bagikan SOP New Normal ke PHRI

Melalui kerja sama ini, Jaring Pangan Indonesia memberikan bantuan senilai Rp25 juta kepada karyawan hotel dan restoran yang ingin bergabung. Bantuan tersebut diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk produk beras, ayam, dan telur. Nantinya, para anggota yang bergabung—yang disebut juga dengan Jawara—bisa menjual produk-produk tersebut dan mengambil keuntungan dari selisih harga yang mereka jual

“Untuk tahap awal kami targetkan ada 10.000 Jawara di seluruh Indonesia yang bergabung,” ujar Deddy.

Deddy menambahkan bahwa Jaring Pangan Indonesia tidak hanya menyediakan produk, tapi juga menyediakan alat pendukungnya, seperti freezer, brosur digital, dan pallet.

Selain memberikan manfaat baik bagi karyawan hotel dan restoran, program ini juga membantu meningkatkan pendapatan para petani beras maupun peternak ayam. Pasalnya, Jaring Pangan Indonesia mengambil produknya langsung dari petani.

BACA JUGA:   Villa Puncak by Plataran Tawarkan Suasana Alam yang Hijau

Benny Tjong, CEO PT Jaring Pangan Indonesia, mengatakan, “Saat ini petani menghadapi dua tantangan besar. Pertama adalah late access ke market. Mereka tidak punya akses langsung ke pasar, harus melalui middle man atau makelar. Mungkin saja 3-4 makelar sebelum produknya sampai ke end user.”

“Untuk itulah Jaring Pangan hadir. Kami bukakan akses ke petani sehingga pendapatan mereka pun meningkat,” ujar Benny.

BACA JUGA:   Bidang Akomodasi dan Kuliner Penyumbang Terbesar Pariwisata Indonesia

“Ini juga akan membantu petani karena mengambil produk langsung dari petani sehingga memotong mata rantai distribusi atau diperpendek,” ujar Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum PHRI.

Benny menambahkan, bagi anggota PHRI yang ingin bergabung bisa mendaftar secara daring di website www.jaringpangan.com/jawara. Jaring Pangan sendiri telah menyediakan sekitar Rp25 miliar khusus untuk Jawara PHRI.