BerandaNewsMembangkitkan Pariwisata di Tengah Badai COVID-19

Membangkitkan Pariwisata di Tengah Badai COVID-19

Published on

spot_img

Wabah virus corona atau yang dikenal dengan COVID-19 tengah menjadi perhatian dunia. Berbagai sektor industri terkena dampak dari penyebaran virus ini, salah satunya ialah pariwisata.

Pariwisata merupakan sektor yang kinerjanya sangat bergantung pada stabilitas sosial, politik, keamanan, dan lingkungan. Apabila salah satu faktor stabilitas terganggu, maka kinerja pariwisata akan mengalami gangguan sehingga sulit untuk menggenjot industri pariwisata.

Haryadi B. Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mengatakan, saat ini potensi kerugian pariwisata Indonesia dengan adanya virus COVID-19 ialah US$1,5 miliar. Dengan rincian, US$1,1 miliar berasal dari wisatawan Cina yang datang ke Indonesia, sisanya US$400 juta berasal dari multiplier effect.

“Jumlah tersebut merupakan angka perkiraan dari kami di industri, terhitung sejak Januari awal sampai per hari ini,” kata Haryadi.

BACA JUGA:  Kunjungan Wisman Semester I Tumbuh 4,01 Persen

Menurut Haryadi, penurunan wisatawan Cina di Indonesia paling berdampak di daerah Bali, Batam, dan Manado. Bahkan, saat ini, rata-rata okupansi hotel di Bali hanya mencapai 20 persen, khususnya di daerah-daerah yang banyak dikunjungi wisatawan individual, seperti Kuta, Sanur, Legian, Ubud, dan Jimbaran.

“Sejauh ini, dua daerah tersebut yang paling merasakan dampaknya. Tapi, ini akan diikuti oleh daerah lainnya yang memiliki potensi terhadap turis Cina,” ucapnya lagi.

BACA JUGA:  Batam Siap Menjadi Miniatur Indonesia

Oleh karenanya, Haryadi berharap agar pelaku usaha dan para pengusaha akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah tetap aktif melakukan kegiatan karena mata rantai ekonomi Indonesia saat ini sudah menyentuh level gross root, seperti yang dirasakan oleh UKM yang berkaitan erat dengan industri pariwisata.

BACA JUGA:  DatascripMall.ID Hadirkan Promo 1st SaleVersary

“Kegiatan yang dilakukan juga bukan yang dalam arti kumpul-kumpul yang menimbulkan risiko besar, seperti kumpul di stadion. Tapi, kalau untuk kegiatan di hotel sebaiknya masih harus tetap dilakukan dan jangan ada pelarangan dari pemerintah,” jelasnya.

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Rakernas PHRI 2026 Hadirkan Solusi dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Nasional

Semarang, Venuemagz.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) resmi menggelar Rapat Kerja Nasional...

Perhotelan dan Pariwisata Terimpit Efisiensi, Mendesak Relaksasi dan Insentif

Di tengah gelombang kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah, industri perhotelan dan pariwisata Indonesia...

Kementerian Ekonomi Kreatif Siap Berkolaborasi dengan PHRI

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi dari Perhimpunan...