Menurut Abraham, pemberian bantuan terhadap tenaga medis saat ini sangat dibutuhkan agar mereka dapat selalu fokus menjalankan tugasnya. Apalagi, di tengah kondisi seperti ini, tenaga medis harus bekerja ekstra untuk menangani banyak pasien yang terdampak dari COVID-19.
“Lelah fisik dan mental sudah pasti dialami para tenaga medis di sini. Apalagi banyak yang rumahnya jauh dari rumah sakit, itu juga menjadi salah satu hambatan mereka dalam menangani kasus ini,” ungkap Abraham.
Oleh karenanya, pemberian tempat tinggal secara gratis bagi tenaga medis sangat diapresiasi pihak rumah sakit. Apalagi, jika lokasi hotel yang dipilih relatif terjangkau dari rumah sakit, memungkinkan kondisi fisik para tenaga medis akan tetap terjaga.
Inisiatif pengalokasian hotel ini sebelumnya juga telah diberlakukan di berbagai wilayah operasional OYO yang terdampak COVID-19, seperti India, Malaysia, dan Amerika Serikat. Pada Februari 2020 lalu, OYO juga telah mengalokasikan dana sebesar US$200.000 atau Rp2,7 miliar di Asia Tenggara dan lebih dari 1 juta RMB atau Rp 1,9 miliar khusus untuk wilayah Cina.
Dana tersebut dialokasikan untuk membantu para mitra pemilik aset dan anggota keluarga mereka di daerah-daerah yang terkena dampak COVID-19. Sejumlah jajaran senior manajemen OYO juga turut menyumbangkan sebagian dari gaji mereka di bulan Februari 2020 untuk menyokong tujuan tersebut​.





