Akibat COVID-19, Okupansi Hotel di Labuan Bajo Turun Drastis

Friday, 03 April 20 Bonita Ningsih

Dampak virus corona atau COVID-19 tidak hanya dirasakan dari segi kesehatan, tetapi juga berdampak dari segi ekonomi. Indonesia yang mengandalkan pariwisata sebagai salah satu penyokong terbaik devisa negara saat ini harus takluk dari COVID-19.

Salah satu daerah yang berdampak terhadap penyebaran COVID-19 ialah Labuan Bajo. Sebagai salah satu destinasi super prioritas dan super premium yang dicanangkan pemerintah, Labuan Bajo merasakan dampak begitu besar dengan hadirnya pandemi COVID-19 ini.

Labuan Bajo memang dikenal sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata cantik dan menarik. Berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Labuan Bajo memiliki destinasi wisata lengkap di dalamnya, mulai dari wisata bahari, wisata budaya, sampai melihat hewan dari zaman purbakala.

Namun, sejak pandemi global ini terus berlangsung, kegiatan pariwisata di Labuan Bajo cenderung menurun. Tidak lagi terlihat wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang mengunjungi Labuan Bajo. Akibatnya, banyak pelaku industri pariwisata di sana yang kehilangan bisnis dari turunnya jumlah wisatawan yang masuk ke Labuan Bajo.

Menurut laporan yang diberikan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, sejak virus COVID-19 menggegerkan dunia, penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Labuan Bajo turun drastis. Hal ini sudah dirasakan sejak awal tahun 2020 hingga per hari ini.

Sesuai data yang diberikan BOP Labuan Bajo, terjadi penurunan jumlah kedatangan wisatawan di Bandara Komodo. Pada bulan Januari 2020 tercatat jumlah kedatangan di Bandara Komodo mencapai 25.974 orang, namun di bulan Februari menurun menjadi 22.475 orang.

Halaman : 12