Perjalanan Bisnis di Hotel Bekasi Tumbuh Pesat Sepanjang Tahun 2025 

Monday, 19 January 26 Bonita Ningsih

Jakarta, Venuemagz.com – Sektor Pariwisata Indonesia semakin menunjukkan pemulihan yang baik sepanjang tahun 2025. Hal ini didukung dengan kebijakan strategis serta meningkatnya minat wisatawan yang berfokus pada kualitas dan keberlanjutan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Tak hanya pelesiran, pertumbuhan pariwisata Indonesia juga didukung dengan kegiatan MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition) di berbagai daerah. Untuk memastikan pertumbuhan tersebut, perusahaan induk OYO yaitu Prism merilis Travel Report 2025 sebagai laporan tren perjalanan domestik di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Prism Travel Report 2025 melaporkan sejumlah daerah dengan kinerja terbaik yang menunjang pertumbuhan perjalanan bisnis maupun wisata di Indonesia. Untuk perjalanan bisnis, Banjarmasin muncul sebagai kota dengan pemesanan terbanyak pada tahun 2025.

BACA JUGA:   PT Pos Properti Indonesia Hadirkan Hunian Premium Homy Nomad 

Keunggulan Banjarmasin terjadi karena daerah ini sebagai pusat komersial dan mobilitas regional di Kalimantan. Kinerja Banjarmasin menegaskan pertumbuhan aktivitas bisnis di luar pusat metropolitan tradisional Indonesia. 

Kabar mengejutkannya, Bekasi menjadi daerah dengan pertumbuhan tercepat jika dibandingkan kota-kota bisnis lainnya di Indonesia sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan ekspansi berkelanjutan sektor manufaktur, logistik, dan industri di kawasan penyangga Jabodetabek yang mendorong permintaan perjalanan bisnis secara berkelanjutan. 

BACA JUGA:   Teraskita Hotel Jakarta managed by Dafam Raih Traveller's Choice Awards 2021

Perjalanan Wisata 

Untuk perjalanan wisata, Toba Samosir menjadi destinasi dengan pemesanan tertinggi pada 2025. Keindahan alam serta pengembangan infrastruktur pariwisata yang terus berlangsung menjadikan kawasan ini pilihan utama bagi wisatawan domestik yang mencari pengalaman berbasis alam dan budaya. 

Dari sisi pertumbuhan, Pekalongan mencatat peningkatan pemesanan wisata tertinggi sepanjang tahun. Dikenal dengan warisan batiknya serta daya tarik wisata budaya, kinerja kota ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana wisatawan mulai menjelajahi destinasi alternatif di luar tujuan wisata arus utama.

BACA JUGA:   Ini Alasan Jumlah Wisatawan ke Bali Meningkat, Tapi Okupansi Hotel Rendah

“Laporan ini menggambarkan bagaimana preferensi perjalanan masyarakat Indonesia terus berkembang pada 2025, dengan kombinasi destinasi yang semakin mapan serta kota-kota baru yang muncul untuk perjalanan bisnis dan wisata,” ujar Hendro Tan, Country Head PRISM Indonesia.