12 Prinsip Dasar Media Pembelajaran Multimedia

Sunday, 13 June 21 Venue

Dunia pendidikan dipaksa memasuki dunia digital secara sepenuhnya ketika pandemi COVID-19 ditetapkan setahun lalu. Tak lama setelah ditetapkan ketentuan school from home alias SFH, semua murid segala usia harus beradaptasi secara dadakan. Mereka yang biasa menerima pembelajaran tata muka di sekolah kini menggunakan internet di rumah.

Ketut Queena Fredlina, STMIK Primakara, memaparkan tentang multiliterasi. SFH ini menantang banyak orang untuk lebih kreatif menyampaikan kurikulum pendidikan, karena saat ini belajar menggunakan media sebagai perantara, bisa foto, video, suara atau apa pun yang dikreasikan.

Media pembelajaran sebagai alat pengajar yang digunakan membantu menyampaikan materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan yang sudah dirumuskan.

BACA JUGA:   Kala Medsos Bikin Penggunanya Menjadi Budak Ponsel

Ia pun menjelaskan prinsip dasar multimedia yang dua arah dan umpan balik. Menurut Mayer, terdapat 12 prinsip desain media pembelajaran yang bisa diterapkan di masa sekarang, yaitu Prinsip multimedia, Kesinambungan spasial, Kesinambungan waktu, Prinsip kohensi, Modalitas belajar, Prinsip redudansi, Prinsip personalisasi, Prinsip interaktivtitas, Prinsip sinyal, Prinsip pra-pelatihan, Prinsip suara, serta Prinsip gambar.

“Ini bisa jadi acuan untuk memberikan materi yang bisa ditelan siswa. Balik lagi siswa itu berbeda, jadi sebetulnya 12 prinsip ini bertujuan mengurangi konsumtif siswa. Media sederhana banyak yang bisa kita manfaatkan, tergantung apa yang ingin kita sampaikan,” jelas Queena dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

BACA JUGA:   Mengubah Pola Pikir Sesuai Budaya Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) bekerja sama dengan Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Enam Langkah Mudah Meninggalkan Jejak Digital Positif

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).