Bahayanya Menggunakan VPN Gratisan

Sunday, 13 June 21 Venue
Datascripmall.id

Untuk menyaring konten-konten negatif di internet, pemerintah menerapkan pembatasan fitur media sosial pada 2019 lalu. Akhirnya, masyarakat Indonesia menggunakan Virtual Private Network (VPN) agar tetap bisa mengakses apa yang mereka inginkan.

“VPN merupakan perangkat penting yang masih jarang digunakan oleh orang awam. Padahal faktanya VPN dapat berperan sebagai perisai bagi pengguna. Akan tetapi, tidak semua alat software ini bekerja dengan efektif,” jelas Muhammad Ali Mas’ud, Guru RPL & TKJ SMK Manbail Futuh Tuban, Jawa Timur, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Ali menambahkan, teknologi digital melesat seiring berjalan waktu sehingga semakin besar pula peluang kejahatan yang mungkin terjadi tanpa adanya pengamanan ganda dari pengguna sendiri. Maka dari itu, setiap individu harus peka terhadap berbagai akun dan data yang masuk ke dalam platform apa pun.

BACA JUGA:   Tanpa Etika Digital, Komunikasi Bisa Bermasalah

“Tanpa bantuan VPN ini segala data hingga riwayat yang pernah terekam oleh internet akan menjadi ladang baru bagi berbagai pihak, seperti pengambilan data untuk kepentingan marketing hingga penyalinan data untuk tindakan tertentu oleh pihak tak dikenali,” paparnya.

Untuk itu, disarankan untuk tidak menggunakan VPN gratis. Karena kalau VPN gratis mendapatkan dana dari penjualan data secara ilegal. Di berbagai negara, banyak sekali kasus tentang penjualan data orang yang menggunakan VPN gratis oleh penyedianya. Pihak yang bersedia membeli adalah pihak ketiga, seperti korporasi yang ingin mengirim spam ke e-mail atau bisa juga para hacker.

“Namun, bagi kalian pengguna VPN berbayar, tidak perlu khawatir akan risiko ini. Pasalnya, para penyedia VPN berbayar umumnya memiliki aturan yang ketat dan jaminan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Berlaku Etis Di Dunia Nyata Dan Dunia Maya

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) bekerja sama dengan Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Meski Digital, Nilai Budaya Tetap Diperlukan

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).