Agar Tak Kaget Saat Gunakan PayLater

Thursday, 12 August 21 Venue
ilustrasi belanja online digital virtual

PayLater menjadi salah satu fitur pembayaran yang banyak digunakan di marketplace saat ini. Fitur ini memudahkan pengguna untuk mendapatkan barang terlebih dahulu kemudian dibayar pada bulan selanjutnya.

Marketplace ini mendorong financial technology berkembang sangat pesat, seperti e-wallet dan PayLater ini,” tutur Andri Putrajaya seorang Excecutive Assistant Manager – JW Marriot Hotel Jakarta, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (10/8/2021).

PayLater merupakan fasilitas keuangan yang memungkinkan metode pembayaran dengan cicilan tanpa kartu kredit dan merupakan salah satu fasilitas dari perusahaan fintech. Fasilitas PayLater ini banyak terintegrasi dengan marketplace dan e-commerce di Indonesia.

Dominasi PayLater di Indonesia, kata Andri, ditempati brand ternama. Di antaranya, OVO, GoPay, Traveloka, ShopeePay, dan Kredivo. Pemilihan brand penyedia jasa PayLater ini didasari oleh beberapa alasan masing-masing individu. Namun, kebanyakan masyarakat memilih brand penyedia fitur PayLater karena alasan cocok dengan kebutuhan mereka sehari-hari.

BACA JUGA:   Waspadai Ragam Pelecehan Seksual

Cara kerja dari fitur PayLater ini dalam penjelasan Andri dapat dikatakan cukup mudah. Setiap pengguna bisa langsung mendaftar melalui platform yang menyediakan fitur PayLater. Kemudian, user harus menyetujui syarat dan ketentuannya. “Ketika mau memulai menggunakan PayLater ini, dibaca terlebih dahulu syarat dan ketentuannya seperti apa. Jadi, tidak kaget saat menggunakannya,” tambahnya.

Sama seperti kebanyakan teknologi, PayLater juga bisa dianalogikan layaknya dua mata pisau. Tergantung bagaimana kita menggunakannya. PayLater sangat nyaman dan mudah digunakan, tidak ada biaya tambahan jika selalu bayar tepat waktu, dan tersedia di beberapa retail online.

BACA JUGA:   Cakap Digital Agar Tak Terjerat Utang

Akan tetapi, negatifnya penggunaan PayLater mendorong perilaku konsumtif seseorang. Sulit untuk melakukan pengembalian uang apabila barang yang kita mau tidak sesuai, dan bisa jadi bunganya lebih tinggi dibanding penggunaan kartu kredit.

Di era digital saat ini, kata Andri, gangguan tidak bisa dihindari, termasuk ketika kita menggunakan platform. Jadi, akan selalu ada kemungkinan buruk dan risiko dari penggunaan teknologi. PayLater dapat menjadi salah satu fasilitas transaksi dan alat pembayaran yang aman saat penggunanya memakai dengan bijak dan berhati-hati.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Arahkan Anak Gunakan Internet Sehat

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).