Pandemi Covid-19 bukan alasan untuk tidak produktif dan kreatif. Banyak hal yang harus diadaptasi untuk menyesuaikan diri dengan situasi. Tak dapat dimungkiri, pandemi ini telah memengaruhi aktivitas banyak orang. Ada yang mendapatkan pengaruh positif maupun sebaliknya. Salah satu rintangan yang sering kali dihadapi adalah mencari cara agar tetap produktif dan kreatif di masa pandemi.
Abdul Rozak, Founder Senyum Desa, menjelaskan, di balik pandemi Covid-19 sebetulnya Indonesia akan berada pada satu perubahan yang sangat besar. Perubahan itu berkaitan dengan ekonomi, politik, dunia kerja, dan pola kehidupan dalam masyarakat.
“Jadi, rasanya kita ambil positifnya bahwa memang manusia itu kalau mendapatkan tekanan itu akan muncul kreativitas. Pada saat kita ini hidup dalam kenyamanan, mungkin kreativitas itu tidak akan hadir secara lebih cepat,” ujar Abdul dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Kamis (24/6/2021).
Ia mengatakan, salah satu perubahan di dunia digital adalah telah melahirkan start-up yang sangat menguntungkan untuk negara dan masyarakat. “Dengan adanya Covid-19 semoga menjadi sesuatu yang memberikan nilai dan hikmah positif, jangan sampai kemudian loyo atau lemah. Pandemi Covid-19 bisa dipetik hikmah positifnya dan menjadi tantangan baru bahwa dunia digital hadir di tengah masyarakat,” paparnya.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).
KOMENTAR
0