Risiko Belanja Online, Hal Ini yang Harus Diwaspadai

Saturday, 23 October 21 Venue

Kurangnya rasa percaya saat belanja online mungkin dirasakan oleh sebagian pengguna internet. Menurut

Inayah Swasti Ratih, Dosen STEBI Badri Masduqi & Tim Pengembangan Media Digital Edukasi Ekonomi Islam, seringkali kita merasa was-was kegiatan pembelanjaan secara online akan berujung sebuah penipuan.

“Hal itu yang membuat mereka enggan untuk bertransaksi di situs belanja online,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (22/10/2021).

Inayah mengatakan, adanya rasa trauma akibat pernah ditipu saat berbelanja online juga bisa menyebabkan orang tersebut tidak mau kembali berbelanja secara online. Diketahui, lanjut dia, proses jual-beli online dilakukan tanpa adanya pertemuan langsung antara penjual dan pembeli. Namun memang ada beberapa online shop yang available untuk sistem COD (Cash on Delivery).

Menurut dia, terdapat beberapa risiko yang harus diwaspadai sebelum atau ketika berbelanja online, di antaranya:

  • Kinerja
BACA JUGA:   Legal dan Aman, Berikut Kegunaan VPN

Ini merupakan risiko pembeli online yang kemungkinan barang atau jasanya yang mereka beli tidak sesuai dengan yang diharapkan. Misalnya ketika barang sudah sampai di rumah dan begitu Anda lihat ternyata barang tersebut berbeda dengan deskripsi maupun picture yang diupload si penjual.

  • Waktu

Kemungkinan kerugian yang bisa dialami oleh seseorang ketika melakukan transaksi secara online adalah karena proses pengiriman barang yang memakan waktu cukup lama. Bisa Anda rasakan sendiri ketika Anda berbelanja secara nyata, Anda bisa langsung mendapatkan barang tersebut, tanpa menunggu waktu pengiriman akibat berbelanja online.

  • Finansial

Beruntung jika Anda menemukan online shop yang memang benar-benar dapat dipercaya. Tetapi ketika Anda sedang bernasib tidak baik, bisa saja ketika Anda melakukan transaksi secara online barang tersebut tidak dikirim atau diterima oleh Anda (penipuan).

  • Psikologis
BACA JUGA:   Sebarkan Nilai Demokrasi dan Toleransi Melalui Media Sosial

Anda mungkin akan merasa tidak nyaman ketika berbelanja secara online. Anda mungkin memiliki gangguan perasaan gelisah ketika Anda belum juga mendapatkan barang yang Anda beli padahal Anda sudah bertransaksi dari beberapa hari kemarin atau beberapa minggu.

  • Keamanan

Adanya penyalahgunaan informasi personal oleh pihak ketiga, misalnya payment gateway ini membuat anggapan risiko belanja online di Indonesia saat ini masih cukup besar. Kurangnya trust dari sebagian konsumen membuat mereka enggan untuk melakukan transaksi online.

“Pastikan sebelum kita melakukan transaksi pembelanjaan secara online, Kita sudah mengecek review atau testimonial dari pelanggan sebelumnya untuk meminimalisir kekecewaan yang akan kita dapatkan ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan dalam belanja online,” ujar Inayah.

BACA JUGA:   Mewaspadai Tiga Ancaman Keamanan Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).