Ancaman Phising, Begini Cara Menghindarinya

Tuesday, 13 July 21 Venue

Salah satu metode serangan siber yang terjadi sejak lama adalah phising yaitu upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Phising masih menjadi ancaman nyata mengingat kerap memanfaatkan teknik yang semakin canggih. Apalagi, penipuan dan berita bohong kini berkembang semakin nyata.

Sejumlah bentuk phishing yang biasa digunakan adalah pesan teks, email, profil media sosial, unggahan, termasuk situs web palsu. “Biasanya, pelaku akan mengirimkan pesan yang seolah-olah berasal dari perusahaan ternama atau seseorang yang dikenal,” ujar Acep Syaripudin, Penggiat Internet sehat & Founder MADE-Initiative, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (12/7/2021).

BACA JUGA:   10 Etika Digital Yang Wajib Dikuasai

Untuk menghindari phising, kata dia, yaitu dengan berhati-hati saat menerima pesan dari situs yang meminta informasi pribadi. “Jika Anda mendapatkan jenis pesan ini, jangan berikan informasi yang diminta tanpa mengonfirmasi bahwa situs tersebut sah. Jika mungkin, buka situs di jendela lain sebagai ganti mengeklik link tersebut di email Anda.”

Acep mengatakan, ada berbagai cara lain untuk menghindari phising, seperti memeriksa akun secara rutin, buat bookmark untuk halaman login, jangan mengklik apapun di pesan SMS, jangan mengklik tautan di pesan email yang mencurigakan, pastikan ejaan URL website tersebut resmi.

BACA JUGA:   Sebarkan Nilai Demokrasi dan Toleransi Melalui Media Sosial

Selain itu, lanjut dia, bisa juga dengan mengubah password secara berkala, waspada setiap menerima pesan dari orang yang tidak dikenal, install software untuk keamanan internet dan tetap update antivirus, serta waspada terhadap email atau pesan teks mendapat hadiah.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Kecanggihan Era Digital Bakal Sia-sia Jika Tidak Ada Ini

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).