Asyiknya Menikmati Alam Tanpa Bawa Gawai

Wednesday, 28 July 21 Venue

Ada berbagai cara melakukan digital detoks. Hal itu dikatakan Alamsurya Kubara Endriharto, Sekjen Asosiasi Wirausaha Magetan & Relawan TIK Magetan, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (27/7/2021).

“Seperti menonaktifkan media sosial, pergi liburan tanpa membawa gawai, menikmati keindahan alamnya, dan fokus pada orang lain,” kata dia.

Digital detoks merupakan istilah untuk berhenti sejenak atau istirahat dari penggunaan teknologi digital. Menurut Alamsurya jika digital detoks dilakukan sambil berdiam diri di rumah, mungkin rasanya akan sangat membosankan. Namun, digital detoks bisa dilakukan dengan cara liburan sambil menikmati alam.

BACA JUGA:   Imbas Dari Rekam Jejak Digital

“Khusus untuk menikmati keindahan alam ada baiknya liburan tanpa sinyal dan gawai, dijamin rasanya asyik banget,” ujar dia. Menurutnya, dengan tidak membawa perangkat gawai maka tidak perlu pusing memikirkan email masuk yang berisi pekerjaan dan melihat hal-hal yang tidak penting di media sosial.

Di Indonesia,lanjut dia, ada beberapa destinasi yang jauh dari jangkauan teknologi, sebab tidak ada sinyal ponsel atau listrik sama sekali. “Namun, itu justru menjadi daya tarik bagi yang mau merasakan suasana kembali ke alam. Suasana yang tenang akan menyegarkan jiwa dan pikiran menjadi segar,” ujarnya.

BACA JUGA:   Ragam Berita Hoaks

Menurut jurnal ilmiah Plos One dalam sehari, rata-rata orang membuka ponsel 85 kali atau sekitar 5 jam. Hal ini mengakibatkan daya konsentrasi menjadi lebih rendah dari ikan mas, rata-rata hanya sekitar 8 sampai 12 detik. Hal ini akan menimbulkan penyakit yang timbul akibat gawai seperti insomnia, cedera jari, stroke, hingga kematian.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Literasi Digital Rendah, Kenali Ciri-Ciri Berita Hoaks

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).