BerandaLiterasi DigitalMemasarkan Rilisan Musik di Era Digital

Memasarkan Rilisan Musik di Era Digital

Published on

spot_img
spot_img

Di era digital, memasarkan rilisan musik tak melulu tentang produksi album atau Extended Play (EP) yang diabadikan pada cakram padat, pita kaset, atau compact disc yang kemudian didistribusikan ke toko-toko musik di setiap kota atau daerah. Kini, musisi dapat dengan mudah mendistribusikan karyanya melalui berbagai media online.

“Baik melalui media sosial, layanan streaming, maupun web profile,” kata dr. Chrissa Maichel Kainama, saat menjadi Key Opinion Leader dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (27/7/2021).

Munculnya situs jaringan sosial seperti My Space pada awal 2000-an, kata Chrissa, sesungguhnya menjadi salah satu penanda era digital telah merambah ke dalam ekosistem music. Menurutnya, era digital membuat batasan antarnegara atau teritorial menjadi semakin kabur. Hal ini berlaku juga dalam pendistribusian rilisan musik.

BACA JUGA:  Mendulang Rupiah Melalui Media Sosial

Melalui media digital, para musisi dapat mendistribusikan karyanya dengan bebas, bersaing dengan jutaan karya musik di seluruh dunia, dan membuat semakin kaburnya eksklusivitas dari para musisi yang lebih dahulu terjun ke dunia musik. “Kini, para pendengar bisa lebih bebas mencari karya musik yang benar-benar sesuai dengan selera musik yang mereka senangi,” katanya.

Di antara kemudahan era digital dalam hal pendistribusian rilisan musik, agaknya perlu diperhatikan pula kesulitan yang akan ditemui oleh para musisi. Salah satunya, persaingan karya antarmusisi yang pada mulanya terbatas pada beberapa limitasi, kini semuanya menjadi lebih terbuka dan bebas. “Mereka yang dikatakan berhasil secara umum adalah mereka yang berhasil menarik minat pendengar sebanyak mungkin.”

BACA JUGA:  Pentingnya Membuat Konten untuk Brand

Menghadapi kesulitan ini, menurut Chrissa, diperlukan beberapa penyesuaian dan strategi bagi para musisi yang ingin mendistribusikan karyanya melalui media digital. Berikut beberapa strategi yang diperlukan dalam mendistribusikan rilisan musik di era digital, seperti Substance over form, Platform digital, Engagement di media sosial, Little Spam, dan “Good Merch Never Goes Wrong“.

Chrissa mengatakan, menjadikan sebuah karya musik dikenal dan tersebar luas kepada para pendengar bukan merupakan misi utama dalam mencipta karya. Sebuah karya yang diproduksi dengan jujur dan penuh pesan akan menemukan celahnya sendiri untuk sampai pada para pendengarnya.

“Menjadi musisi memang tidak melulu membuat karya musik kita menjadi terkenal tetapi juga berkaitan dengan tersampaikannya pesan yang kita bawa. Dengan kemudahan media digital sebagai sarana promosi karya musik lantas bukan menjadi pembiaran bagi para musisi untuk membuat karya-karya tidak berkualitas hanya demi mencari ketenaran semata,” tuturnya.

BACA JUGA:  Buat Konten, Maksimalkan Bisnis

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

Menyusuri Keheningan dalam Blue Silence di THE 1O1 Bali Oasis Sanur

Sanur Bali, Venuemagz.com — Suasana tenang di THE 1O1 Bali Oasis Sanur menjadi ruang...

Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global

Indonesia, Venuemagz.com – Seiko Epson Corporation mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan inovasinya dengan penjualan...

Bloom Hotel Bali Ungasan Perkuat Kehadiran Radisson Hotel Group di Bali

Bali, Venuemagz.com -- Radisson Hotel Group mengumumkan penandatanganan Bloom Hotel Bali Ungasan, a member...

Bakery ASEAN Siap Debut pada Agustus, Tampilkan Inovasi Industri Bakery

Jakarta, Venuemagz.com -- Pameran Bakery ASEAN pertama akan diselenggarakan pada 27 hingga 29 Agustus...

Menyusuri Keheningan dalam Blue Silence di THE 1O1 Bali Oasis Sanur

Sanur Bali, Venuemagz.com — Suasana tenang di THE 1O1 Bali Oasis Sanur menjadi ruang...

Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global

Indonesia, Venuemagz.com – Seiko Epson Corporation mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan inovasinya dengan penjualan...

Bloom Hotel Bali Ungasan Perkuat Kehadiran Radisson Hotel Group di Bali

Bali, Venuemagz.com -- Radisson Hotel Group mengumumkan penandatanganan Bloom Hotel Bali Ungasan, a member...