Bahasa Indonesia Terkikis Di Media Sosial

Friday, 25 June 21 Venue

Teknologi digital memiliki perkembangan yang sangat pesat. Bahkan, ada yang menyebut kecepatan update digital melebihi mutasi kehidupan manusia. Begitu juga bahasa pertukaran informasi di ruang digital, terutama di media sosial.

Dewasa ini kita melihat bahasa gaul semakin mendominasi ruang-ruang media sosial. Belum lagi dicampur dengan penggunaan bahasa asing dan daerah yang sesuka hati.

Astin Soekanto, Dosen Universitas UDINUS Semarang, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (18/6/2021), merasakan penggunaan bahasa Indonesia semakin menurun seiring perkembangan zaman. Karenanya, perlu diingatkan dan dilestarikan lagi.

BACA JUGA:   Sederet Kejahatan Digital Mengancam Media Sosial

“Kita sudah melihat segala bahasa Indonesia dicampur-campur, dibalik-balik, dan seterusnya. Pernah terbayangkah jika kalimat ini akan menjadi hal biasa sehari-hari?” ujar Astin.

Kenapa bahasa Indonesia harus digunakan? Agar bahasa Indonesia tetap eksis dan tidak terkikis begitu saja. Kedua, agar negara Indonesia juga tetap eksis. Negara dikenal dengan bahasanya yang khas. Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bahasa daerah, dan bahasa Indonesia adalah pemersatu.

BACA JUGA:   Kewarganegaraan Digital Bikin Pengguna Bertanggungjawab

“Mulai saat ini mari kembali membiasakan bertutur bahasa Indonesia yang baik dan benar di ranah digital. Agar juga nilai budaya dan etika kita tetap terjaga,” ajaknya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).