Berkarier di Era Digital, Ikuti Tips Membangun Personal Branding

Sunday, 17 October 21 Venue
Work From Hotel Holiday Inn Express Jakarta Matraman

Di era digital, membangun personal branding menjadi hal yang amat penting. Apalagi, menurut Zulfa Aulia Nurfaiza, Key Opinion Leader, jika Anda seorang freelancer, entrepreneur, jobseeker, maupun mahasiswa.

“Kamu akan memperlihatkan nilai unggul, keunikan atau value yang beda dari orang lain. Karenanya, penting bagi seseorang membangun personal branding untuk membantu perjalanan karier. Sebab dari personal branding -lah kamu akan menemukan pekerjaan, klien ataupun membangun sebuah bisnis,” ujar dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021).

Personal branding, kata Zulfa, pada dasarnya adalah cara seseorang menunjukkan dan mempromosikan citra diri sebagai individu. “Orang lain bisa melihat perpaduan antara keahlian dan pengalaman yang bikin kamu jadi diri kamu yang sekarang,” kata dia.

Di masa Pandemi Covid-19, seperti sekarang semua orang fokus dengan komunikasi digital. Para pencari kerja atau mahasiswa yang mengikuti program magang terbatas dalam ‘memasarkan’ diri mereka secara langsung. “Alhasil, personal branding  kamu harus dilihat secara online baik melalui website maupun media sosial,” katanya.

BACA JUGA:   Hoaks Sasar Emosi Masyarakat

Demi mendukung kesuksesan karier di era digital, berikut beberapa tips untuk membangun personal branding yang kuat:

  • Kenali diri sendiri

Untuk mulai bangun personal branding, yang pertama dilakukan adalah mengenali diri sendiri. Tanpa memahami diri sendiri akan kesulitan menentukan tujuan dan potensi terbaik untuk ditonjolkan. Coba lakukan refleksi di hadapan cermin dengan kondisi pikiran yang tenang, manfaatkan untuk mencari tahu pribadi dan potensi tersembunyi yang dimiliki demi menjadi pribadi lebih baik.

  • Ingin dikenal sebagai apa?

Ibaratnya sebuah produk, ada produk yang dicintai konsumen dan tidak. Begitupun dengan personal branding, ada orang yang kehadirannya sangat diharapkan ada juga yang tidak. Semua tergantung pada diri sendiri. Apakah mau dikenal sebagai brand yang baik atau buruk? Misal kalau mau dikenal sebagai seorang yang profesional, maka harus mulai tepat waktu, bertanggung jawab, jujur dan berintegritas dalam bekerja.

  • Bangun networking

Dalam membangun personal branding, harus mulai bergabung dengan komunitas yang mendukung karier. Coba cari komunitas lewat media sosial. Di sana bisa berbagi ide, bertukar pikiran, berkolaborasi, berkreasi, menemukan teman baru, rekan bisnis, relasi sampai membangun sebuah komunitas. Jaringan atau network pertemanan yang luas akan sangat membantu, mengasah kemampuan bersosialisasi dan membuka peluang mendapatkan pekerjaan atau berbisnis.

  • Tentukan audiens
BACA JUGA:   Agar Tak Tertipu, Begini Tips Aman Belanja Online

Sesudah membangun profil sendiri, selanjutnya harus mencari siapa audiensmu. Dari situ bisa bertemu dan mulai memahami lingkungan komunitasmu. Baru kita bisa membuat konten yang sesuai dengan target audiensmu.

  • Minta rekomendasi

Rekomendasi jadi salah satu cara termudah dan paling efektif untuk menggambarkan personal branding kamu. Sama seperti produk bisnis yang memanfaatkan testimoni pelanggan untuk meningkatkan penjualan dan jaminan pemasaran.

  • Membangun online presence

Kemudian yang terakhir, mulai aktif di media sosial yang dipunya untuk bangun relasi dan menunjukkan karya. Sebelumnya sudah menentukan audiens dan media sosial yang sering digunakan mereka.

BACA JUGA:   Marak Pinjol Ilegal, Simak Pencegahannya

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).